kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bergabung dengan PDIP, Ahok: Sudah sejak lama saya jadi simpatisan


Jumat, 08 Februari 2019 / 20:00 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - DENPASAR. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku telah mempertimbangkan secara matang sebelum dirinya memutuskan bergabung dengan PDIP. Ia pun mengaku bila selama ini dirinya sudah menjadi simpatisan PDIP.

"Sudah dong, kan, sudah sejak lama saya jadi simpatisan," ujar Ahok saat ditemui wartawan di Sekretariat DPD PDIP Bali, Jumat (8/2).

Ahok mengatakan, kehadirannya ke Sekretariat DPD PDI-P Bali selain bersilaturahmi juga untuk membagikan buku yang ditulis selama berada dalam penjara. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, melalui buku tersebut dia ingin membagikan pengalaman yang dilewati selama dalam penjara.

Ahok ditahan di Rutan Mako Brimob Depok karena kasus penodaan agama. "Saya enggak minta jabatan, hanya mau berbagi ilmu yang didapat semoga bermanfaat," ujar Ahok.

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI-P Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, Ahok telah resmi menjadi kader PDI-P sejak 26 Januari 2019.

Adi mengatakan sempat meminta Ahok untuk menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PDI-P saat mantan Bupati Belitung Timur itu berkunjung ke Sekretariat PDI-P Bali.

"Saya sempat meminta Ahok untuk menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI-P," ujar Adi saat ditemui di Bali.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahok Mengaku Sudah Mempertimbangkan Matang Keputusannya Bergabung dengan PDIP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×