kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jusuf Kalla pastikan penutupan pemerintah AS tak mempengaruhi ekonomi Indonesia


Selasa, 23 Januari 2018 / 17:32 WIB
ILUSTRASI. WAPRES DI MALANG


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Amerika Serikat ( AS) akhirnya mencabut penghentian layanan pemerintahan sementara atau shutdown.

Kesepakatan dicapai setelah perwakilan Partai Demokrat AS di Kongres berhasil dilobi oleh Partai Republik.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan bahwa tak ada dampak terhadap ekonomi Indonesia atas shutdown tersebut.

"Karena itu hanya shutdown-nya di federal. Artinya di pemerintahan pusat dan itu hanya 2-3 hari. Tidak pengaruh apa-apa," ujar Kalla di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (23/1).

Apalagi, shutdown, per hari ini, telah resmi dicabut oleh pemerintah Negeri Paman Sam tersebut.

"Hari ini sudah selesai, itu ketidakcocokan. Di sini banyak orang-orang Republikan juga yang menolak kebijakan (Donald) Trump. Jadi ya masalahnya di sini presidennya," kata dia.

Partai Demokrat disebutkan menerima janji dan tawaran yang diajukan oleh Partai Republik termasuk soal nasib para imigran.

Karenanya, kongres Amerika Serikat akhirnya menyetujui rancangan anggaran pemerintah AS pada Senin, 22 Januari 2018 melalui pemungutan suara.

Dengan itu, kesepakatan dicapai dan pemerintah memutuskan shutdown akhirnya dicabut. (Moh Nadlir)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com, berjudul: Wapres Kalla Sebut "Shutdown" AS Tak Mempengaruhi Ekonomi Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×