kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Jumat, menteri putuskan nasib direksi Garuda


Kamis, 25 November 2010 / 13:45 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI)


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Nasib direksi PT Garuda Indonesia di ujung tanduk pasca gangguan sistem penerbangan. Rencananya, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar akan mengevaluasi kinerja direksi maskapai penerbangan nasional itu.

Mustafa mengaku sudah membentuk tim untuk menyelidiki sebab musabab terjadinya gangguan di Garuda tersebut. "Tim masih bekerja, baru besok Jumat saya menerima hasil penyelidikan tim itu," kata Mustafa, usai rapat kerja dengan DPR, Rabu (24/11) malam.

Mustafa mengaku, bila sudah ada bahan evaluasi, akan segera mengambil keputusan. "Apakah direksi atau diganti atau tidak, kita lihat saja nanti," kata bekas Direktur Utama Bulog tersebut.

Sementara, anggota Komisi Perhubungan (V) DPR, Riswan Tony DK mendesak direksi Garuda mengundurkan diri. Itu sebagai pertanggungjawab secara moral. "Gangguan itu menunjukan, direksi tidak mamu meminimalisir masalah teknis," kata Riswan.

Asal tahu saja, mulai 19 November kemarin, penerbangan Garuda mengalami gangguan. Gangguan yang berlangsung sampai tanggal 21 November itu menyebabkan ribuan penumpang terlantar. Direksi Garuda beralasan, gangguan itu karena masalah teknis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×