kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi yakin swasembada pangan dalam empat tahun


Senin, 29 September 2014 / 08:11 WIB
ILUSTRASI. Tomat bisa digunakan sebagai masker wajah alami yang memiliki segudang manfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden terpilih Joko Widodo merasa optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dalam waktu tiga atau empat tahun masa pemerintahannya.

"Saya ndak tau hitung-hitungan pokja tani di tim gimana. Tapi saya hitung angka tiga hingga empat tahun bisa kita capai," ujar dia pada pembubaran 26 pokja di kantor transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/9) malam.

Jokowi mengatakan, kondisi ketersediaan dan pemerataan pangan di Indonesia belum bisa tercapai. Sebab, pengembangan potensi hasil pertanian di seluruh daerah di Indonesia tidak menjadi fokus pemerintah.

Di eranya nanti, lanjut dia, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian hingga ke penyediaan lahan menjadi fokusnya. Menurut Jokowi, Indonesia terlambat berpuluh-puluh tahun dibandingkan dengan negara lain soal hal tersebut.

"Kebetulan saya dan Pak JK punya tipikal yang sama. Kita pengin semua cepat diselesaikan. Karena kita sudah terlambat," lanjut Jokowi.

Bahkan, dengan ruang fiskal dalam RAPBN 2015 yang sangat sempit, Jokowi tetap optimistis swasembada pangan dapat tercapai. Sumber pendanaan demi mencapai swasembada, kata Jokowi, bisa didapatkan dari berbagai cara, misalnya dari investor lokal atau asing. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×