kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi tidak mau direksi BUMN tersandung masalah


Rabu, 25 Januari 2017 / 14:07 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta para direksi BUMN untuk berhati-hati menjalankan tugas dan melakukan tugas sebaik- baiknya.

Dia juga minta direksi BUMN untuk menjauhkan diri dari semua perbuatan yang bisa membawa kepada masalah hukum.

"Hati- hati, sekarang era keterbukaan, kesalahan sekarang bisa terbuka 5-10 tahun ke depan, saya tidak ngomong BUMN mana, tapi ada gambarnya," kata Jokowi saat membuka Program Kepemimpinan Eksekutif BUMN (ELP) bagi direksi BUMN di Istana Negara, Rabu (25/1) sambil menunjuk gambar pesawat maskapa Garuda Indonesia.

Selain meminta berhati- hati, Jokowi juga meminta kepada jajaran direksi BUMN untuk juga menghentikan praktik kongkalikong, nepotisme dalam menjalankan tugas mereka. "Kalau ada yang datang atas nama saya, entah itu saudara, orang dekat saya memakai nama saya untuk tujuan tidak benar, jangan. Saya ingatkan jangan dipenuhi, saya cinta saudara, saya tidak ingin saudara kena juga," katanya.

Dugaan praktik kongkalikong dan korupsi di tubuh BUMN terkuak setelah KPK menetapkan Emirsyah Satar, mantan Dirut PT Garuda Indonesia menjadi tersangka. Emir ditetapkan jadi tersangka kasus suap Rp 20 miliar dalam pembelian pesawat Airbus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×