kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.955   12,00   0,07%
  • IDX 7.509   -201,44   -2,61%
  • KOMPAS100 1.046   -31,01   -2,88%
  • LQ45 769   -18,71   -2,38%
  • ISSI 264   -8,34   -3,06%
  • IDX30 409   -9,83   -2,34%
  • IDXHIDIV20 505   -10,04   -1,95%
  • IDX80 118   -3,40   -2,81%
  • IDXV30 136   -2,76   -1,99%
  • IDXQ30 132   -2,88   -2,13%

Jokowi: Pengembangan Blok Masela di darat


Rabu, 23 Maret 2016 / 13:37 WIB
Jokowi: Pengembangan Blok Masela di darat


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan kejelasan tentang nasib pengembangan gas alam di Blok Masela. Dia memutuskan untuk mengembangkan pembangunan proyek LNG Blok Masela di darat.

Keputusan ini kata Jokowi diambil dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya, pengembangan ekonomi di kawasan tersebut dan nasional.

"Saya ingin dengan dikembangkan di darat, ekonomi daerah di sana dan nasional bisa terimbas," katanya dalam sebuah rekaman yang dikirimkan oleh Biro Pers Istana Rabu (23/3).

Jokowi memerintahkan, setelah keputusan ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan juga SKK Migas bisa menindaklanjuti keputusannya tersebut.

Keputusan pengembangan Blok Masela telah berlarut-larut sejak tahun 2009. BP Migas sempat mengklaim, pembangunan dilakukan dengan fasilitas kilang terapung (offshore). Namun, pihak Kementerian ESDM ketika itu yang mementahkan kembali kabar tersebut. 

Kini, perbedaan pendapat lokasi pembangunan Blok Masela mencuat kembali. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mendukung pembangunan fasilitas pengolahan di darat (onshore). Sedangkan  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bersama SKK Migas ingin pembangunan dilakukan di laut sesuai rencana pengembangan yang dibuat oleh Inpex Corporation.

Sementara Inpex sebagai pengembang tak kunjung mendapat kepastian plan of development (POD) I, perusahaan migas ini mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerja di Blok Masela, sekitar 40% dari total personil di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×