kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Pemborosan Indonesia harus dihentikan


Jumat, 07 November 2014 / 10:06 WIB
ILUSTRASI. Promo Tiket.com 22 Mei - 4 Juni 2023, Nikmati Diskon To Do Sampai Rp 300.000


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia terjebak dalam keborosan. Keborosan ini yang harus segera diperbaiki.

Menurut Jokowi, dalam periode lima tahun ke belakang Indonesia selalu terjebak pada pemborosan lewat subsidi bahan bakar minyak (BBM). Anggaran subsidi BBM mencapai Rp 714 triliun.

Sedangkan untuk kesehatan hanya Rp 220 triliun dan anggaran infrastruktur hanya Rp 574 triliun. "Boros gak kita? Sangat boros. Kita tidak sadar bahwa kita adalah boros," ujar Jokowi dalam acara KOMPAS 100-CEO Forum 2014 di Jakarta, Jumat (7/11).

Keborosan ini harus segera dihentikan. Oleh karena itu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hendak diarahkan pada usaha-usaha yang produktif dan bukan pada hal-hal konsumtif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×