kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Jokowi minta petakan pembiayaan ibu kota baru


Rabu, 26 Februari 2020 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri untuk memetakan pembiayaan ibu kota negara (IKN). Hal itu diperlukan untuk mempertegas pembiayaan yang bisa disokong oleh pihak swasta. Jokowi minta pembagian tersebut bisa segera dilaksanakan.

"Kita bisa memberikan penjelasan secara jelas dan gamblang. Dimana mereka akan terlibat, di wilayah yang mana," ujar Jokowi saat memberikan pengantar dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (26/2).

Baca Juga: Kajian lingkungan hidup strategis ibu kota baru memperhatikan ekosistem yang ada

Asal tahu saja pembangunan ibu kota menggunakan berbagai skema pembiayaan. Mulai dari pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi langsung.

Bila hal itu sudah jelas, Indonesia akan bisa menjelaskan sektor yang dapat dikerjasamakan. Pasalnya saat ini telah ada ketertarikan sejumlah negara untuk ikut dalam proyek pemindahan IKN. "Konsep pembangunan ibu kota baru sebagai sebuah smart metropolis sudah mulai dilirik dan diperhatikan oleh dunia," terang Jokowi

Baca Juga: Luhut: Kendaraan non listrik dilarang masuk ibu kota baru

Jokowi menjelaskan bahwa negara-negara sahabat sudah mulai menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama. Terakhir ketertarikan diutrakan oleh pemerintah Korea Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×