kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Jokowi minta para duta besar lebih giat lakukan diplomasi ekonomi


Kamis, 09 Januari 2020 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir pada pelantikan 16 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh yang ditempatkan di sejumlah negara sahabat, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/1).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan tugas utama para duta besar Indonesia adalah melakukan diplomasi ekonomi. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat kerja duta besar (Dubes).

Diplomasi ekonomi diharapkan dapat menjadi prioritas tugas bagi Dubes di negara luar. Tidak hanya menjadi perwakilan, Dubes harus juga menjadi duta investasi dan duta ekspor.

Baca Juga: Menlu Retno akan temui Dubes Iran dan AS minta agar menahan diri

"Saya ingin 70% - 80% apa yang kita miliki fokusnya di situ, diplomasi ekonomi," ujar Jokowi saat membuka rapat kerja di Istana Negara, Kamis (9/1).

Diplomasi ekonomi menjadi penting mengingat hal tersebut diperlukan Indonesia. Jokowi bilang telah banyak lembaga dunia yang memberi peringatan mengenai pengelolaan ekonomi agar terus bertumbuh.

Jokowi menegaskan agar Dubes menjadi duta investasi di negara luar. Oleh karena itu, perlu memiliki pemahaman mengenai sektor investasi yang menjadi prioritas bagi Indonesia.

Baca Juga: Natuna memanas, Retno desak China patuhi wilayah ZEE berdasarkan UNCLOS 1982

Pertama sektor yang menjadi prioritas adalah di sektor yang menjadi substitusi impor. Ia mencontohkan industri petrokimia yang masih mengandalkan impor hingga 85%.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×