kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Jokowi minta order jangka panjang untuk industri pertahanan lokal


Senin, 27 Januari 2020 / 16:08 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menhan Prabowo Subianto, Menkeu Sri Mulyani mendengarkan penjelasan DIrut PT PAL Budiman Saleh sebelum Rapat Terbatas di Fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL, Surabaya (27/1/2020).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengarahan order jangka panjang bagi industri pertahanan Indonesia. Hal itu diarahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertahanan. Asal tahu saja APBN Kemenhan tahun 2020 mencapai Rp 127 triliun.

"Belanja pertahanan dalam APBN kita sebesar Rp 127 triliun agar diarahkan ke industri pertahanan kita, minimal paling tidak 15 tahun," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di PT PAL Indonesia (Persero), Senin (27/1).

Baca Juga: Jokowi: Pengembangan alutsista harus adopsi pengembangan teknologi militer terkini

Pesanan dalam jangka panjang akan membantu pengembangan industri pertahanan terutama Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adanya dana tersebut akan memperbaiki tata kelola perusahaan.

Adanya kucuran dana dibuktikan dapat mengembangkan industri pertahanan pelat merah. Hal itu diperlihatkan dalam pembenahan yang dilakukan PT PAL.

PT PAL sebelumnya mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun. Sebelum adanya PMN Jokowi bilang PT PAL tidak memiliki manajemen yang baik. "Keliatan sekali ada perubahan, sebuah perubahan manajemen," terang Jokowi.

Baca Juga: Ini yang diinginkan Jokowi terkait pengembangan alutsista di dalam negeri

Pengembangan industri tersebut penting untuk memperkuat pertahanan Indonesia. Selain itu juga akan mengurangi komponen impor dalam industri pertahanan. Oleh karena itu perlu ada transfer teknologi dalam industri pertahanan. Sehingga nantinya Indonesia bisa mandiri dalam pengembangan industri pertahanan.

Jokowi juga berharap agar industri strategis Indonesia bisa memperluas pasar ekspor. Meski begitu saat ini sejumlah BUMN telah melakukan ekspor seperti PT PAL, PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×