kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi Minta Hunian Milenial Dibangun di Kota-Kota yang Macet


Kamis, 13 April 2023 / 15:44 WIB
Jokowi Minta Hunian Milenial Dibangun di Kota-Kota yang Macet
Presiden Joko Widodo (tengah) menyampaikan sambutan pada peresmian Hunian Milenial Untuk Indonesia di Samesta Mahata Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar hunian milenial tak hanya dibangun di Jakarta dan sekitarnya. Ia menginginkan agar hunian milenial dapat dibangun utamanya pada kota-kota yang mengalami kemacetan.

"Saya tadi sudah perintahkan agar dibangun tidak di Jakarta dan sekitarnya tapi juga di kota-kota yang sudah mengalami kemacetan. Harus, pembangunan TOD seperti ini, harus," kata Jokowi, Kamis (13/4).

Adapun hunian milenial merupakan hunian vertikal yang memiliki konsep transit oriented development (TOD). Dimana kawasan hunian terintegrasi dengan fasilitas hidup dan angkutan umum.

Sehingga dengan demikian juga akan mengurangi kemacetan, karena masyarakat dapat mengakses fasilitas transportasi publik dengan mudah dan dekat.

"Bangun tidur mandi langsung lompat sudah masuk ke KRL, ke kereta api, ke mana-mana bisa, sehingga kita semua tidak tergantung dengan kendaraan-kendaraan pribadi dengan mobil yang bikin macet utamanya di Jabodetabek," imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi: Percepatan Perpres Gaji Karyawan IKN Perlu Konsolidasi Antar Kementerian

Adapun untuk harga hunian milenial, menurut Jokowi, cukup terjangkau bagi pada milenial. Seperti Hunian Milenial Semesta Mahata Margonda, Depok, untuk unit subsidi dijual sekitar Rp 200 juta, sedangkan unit tanpa subsidi antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta.

"Cicilannya juga murah. Sehingga sangat pas sekali kalau untuk hunian anak-anak muda kita," ujarnya.

Jokowi menginginkan agar konsep TOD hunian milenial dapat dikembangkan di semua kota. Utamanya lahan-lahan PT KAI yang tidak termanfaatkan dengan baik dapat dikerjasamakan dengan BUMN seperti PT PP, Perumnas dan Kementerian PUPR untuk hunian milenial.

"Harus kita bangun sebanyak-banyaknya hunian seperti ini," kata Jokowi.

Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, 58% penduduk Indonesia berusia di bawah 40 tahun. Dan 81 juta orang generasi milenial dari data Kementerian PUPR belum mendapatkan fasilitas rumah.

"Kita sudah menyelesaikan 7 lokasi dengan tetap pendanaan Rp5 triliun di mana total unit ini 8.348 dan tingkat kelakuan-nya di atas 65%, dan 41% adalah milenial yang beli tempat ini. Ini sudah ada di Depok, Jakarta, Tangerang, Bogor dan Karawang. Nanti insya Allah kita juga akan luncurkan di Klender setelah lebaran," jelas Erick.

Baca Juga: Colliers Menilai Properti TOD Akan Lebih Menarik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×