kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.093   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Jokowi minta evaluasi kereta cepat bulan ini


Senin, 05 Februari 2018 / 19:52 WIB
ILUSTRASI. Kereta cepat China - ilustrasi KCIC


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta adanya evaluasi terintegrasi terkait evakuasi kereta cepat di akhir bulan ini.

"Presiden minta akhir bulan sudah ada evaluasi terintegrasi bagaimana bentuknya. Jadi saya diminta untuk mengkoordinasikan semua Kementerian terkait yang menyangkut masalah kereta api cepat," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan di kantor presiden, Senin (5/2).

Dalam hal ini pihaknya menegaskan akan tetap lanjut proyek ini. "Lanjut ya lanjut kita ngga bisa mundur lagi," katanya. Adapun evaluasi itu akan dilakukan bersama-sama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Luhut bilang, pihaknya mengalami banyak kendala untuk mengerjakan proyek ini. Menurutnya, belajar dari penanganan light rail transit (LRT), proyek seperti ini tidak bisa ditangani oleh satu kementerian saja tapi harus terintegrasi.

Dalam evaluasi tersebut, terdapat beberapa rute untuk kereta cepat yakni Jakarta-Bandung-Kertajati atau diperpanjang Jakarta-Bandung-Yogyakarta-Solo. Sebab, kereta cepat baru akan berjalan kencang setelah 300an kilometer.

"Jadi kita belum tahu. Sekarang opsi kita buka. Tapi Apa yang sekarang sedang jalan, kita jalan dulu" tutup Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×