kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi Minta Beberapa Proyek Strategis Nasional Ini Segera Dirampungkan


Selasa, 06 September 2022 / 17:20 WIB
Jokowi Minta Beberapa Proyek Strategis Nasional Ini Segera Dirampungkan


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta beberapa proyek strategis nasional (PSN) bisa segera dirampungkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Jokowi meminta pengerjaan jalan tol trans Sumatera dan jalan tol Semarang-Demak diselesaikan.

Untuk penyelesaian tol Trans Sumatera, Presiden meminta diselesaikan tahap kedua dari proyek ini, yaitu untuk rute Betung ke Jambi sepanjang 169 kilometer. Adapun konstruksinya memerlukan investasi Rp 22 triliun dan kebutuhan pembiayaan lahannya Rp 4,1 triliun.

Sedangkan untuk percepatan tol Semarang-Demak, saat ini masih ada masalah pembebasan lahan atau ganti lahan diantara Demak dan Semarang.

"Beberapa minta diselesaikan, yaitu tol Trans Sumatra, tol Semarang-Demak, kemudian mekanisme pengadaan tanah dengan konsinyasi dan kepastian PSN bagi proyek infrastruktur ibu kota negara (IKN)," kata Airlangga dalam keterangan pers usai rapat internal mengenai evaluasi proyek strategis nasional (PSN), di Kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (6/9).

Baca Juga: Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Seksi I Capai 45%, Siap Beroperasi Kuartal III 2024

Proyek ibu kota negara diminta masuk ke dalam PSN, untuk mempermudah dan mengakselerasi pembangunannya. Airlangga mengatakan Presiden Jokowi memberikan arahan bahwa agar seluruh proyek-proyek di PSN dapat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan diharapkan investasi ini memiliki multiplier effect.

Selain itu, rapat internal yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan Bogor Jawa barat tersebut juga membahas soal evaluasi Bendungan Gerak Karang Nongko, Jalan Tol Tuban-Lamongan-Gresik, Pengembangan Biofuel, Metanol, Etanol di Bojonegoro.

Airalnggag menyebutkan, untuk PSN Bendungan Gerak Karang Nongko saat ini masih dalam proses. Dana APBN sudah disiapkan, tinggal menunggu pendanaan di APBD Kabupaten Blora.

"Dari segi konstruksi sudah disiapkan Rp 1,49 triliun, tinggal penyelesaian masalah pembebasan lahan di Kabupaten Bojonegoro dan itu diperlukan tambahan anggaran yang akan dipelajari dari Kementerian Keuangan itu sebesar Rp710 miliar. Wilayah Kabupaten Blora ada 107 hektare untuk pembebasan lahan," imbuhnya.

Sedangkan untuk pengembangan biofuel, metanol dan etanol di Bojonegoro diperkirakan investasinya sebesar Rp25,7 triliun. Diharapkan financial closing dapat tercapai di kuartal kedua tahun 2024.

"Arahan Presiden tadi menyatakan bahwa proyek-proyek yang masuk PSN yang selesai di luar 2024 adalah proyek yang secara financial closing sudah bisa diselesaikan," jelasnya.

Selanjutnya, proyek pabrik pupuk di Fak-Fak direncanakan akan diinvestasikan oleh PT Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim. Adapun investasinya sebesar Rp 22 triliun dan akan memproduksi amonia dan urea.

Sama seperti proyek sebelumnya, proyek ini diharapkan bisa diselesaikan financial closing sebelum 2024. "Ini nanti akan memanfaatkan gas dari genting yang akan on stream di tahun 2027," imbuhnya.

Airlangga menyebut proyek ini sejalan dengan proyek metanol di Bintuni yang akan on stream di tahun 2027 dengan investasi sekitar Rp20 triliun.

Ia menambahkan, ada juga usulan PSN untuk Terminal Peti Kemas Muaro Jambi, Revitalisasi Rumah Susun, Pengembangan Lapangan Carbon Capture Utilization Storage (CCUS) LNG Tangguh.

Untuk usulan proyek terminal peti kemas di Muaro Jambi. Investasi tahap pertama Rp 948 miliar, kemudian tahap kedua Rp3 triliun. Pelabuhan ini memiliki kapasitas kontainernya 60.000 sampai 80.000 TEUs. Kemudian kapasitas untuk pelabuhan curah sebesar 2,3 juta ton curah cair dan curah kering 7 sampai 8 juta ton.

Selanjutnya ada pengembangan dari project Lapangan Ubadari yaitu CCUS yang dibiayai konsorsium BP Tangguh sebesar Rp 38 triliun. Airlangga mengungkap, proyek ini memiliki potensi meningkatkan tambahan gas dari UCC sebesar 900 mmscfd dan pengurangan emisi karbon sebesar 25 metrik ton setara dengan CO2.

Secara total pada periode 2019-2021, pemerintah telah menuntaskan sebanyak 66 proyek strategis nasional senilai Rp414,3 triliun. Proyek tersebut antara lain adalah bandar udara, bendungan, jalan, jalan tol, pelabuhan, kawasan, kereta, smelter, hingga proyek yang terkait dengan teknologi.

Kemudian pada periode Januari hingga Agustus 2022 ini telah dituntaskan sebanyak 9 proyek senilai Rp140,1 triliun. Sedangkan pada September hingga Desember 2022, pemerintah menargetkan penyelesaian 16 proyek pembangunan senilai Rp101,2 triliun.

“Januari-Agustus 2022 ini telah selesai 9 proyek yang besarnya senilai Rp140,1 triliun, terdiri dari 2 proyek pelabuhan, 1 proyek bandara, 3 proyek kawasan industri, kemudian ada proyek ketenagalistrikan, dan kawasan perbatasan, dan juga ada pembangkit listrik,” imbuh Airlangga.

Baca Juga: Presiden Perintahkan Penyelesaian Enam Proyek Strategis Sebelum 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×