kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Jokowi ingin perundingan RCEP kelar 2018


Selasa, 14 November 2017 / 21:19 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Joko Widodo ingin pembahasan perundingan Kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional antara ASEAN dengan enam negara mitra; Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru bisa diselesaikan. Dia bahkan ingin, pembahasan perundingan tersebut bisa kelar 2018.

Keinginan tersebut disampaikannya saat pertemuan pemimpin negara anggota kerjasama tersebut di Filipina, Rabu (14/11). Agar upaya tersebut terwujud Jokowi meminta pemimpin kerjasama perdagangan tersebut untuk memberi mandat kepada para juru runding untuk bersikap lebih fleksibel.

"Saya paham, perbedaan level ambisi yang berbeda merupakan tantangan yang tidak bisa diabaikan. Tapi, RCEP penting dikembangkan seiring zaman," katanya dalam pernyataan, Rabu (14/11).

RCEP merupakan konsep perdagangan bebas antara 10 negara ASEAN dengan enam mitra. Perundingan kerjasama tersebut secara formal sebenarnya sudah dimulai saat KTT ASEAN di Kamboja 2012 lalu.

Proyeksi yang dibuat, jika kerjasama perdagangan tersebut terwujud, akan mewakili 28,5% perdagangan dunia. Maklum saja, gabungan GDP negara yang tergabung dalam kerjasama tersebut, mewakili 31,60% GDP dunia.

"Itu bisa berikan pesan kuat ke semua pihak, integrasi ekonomi ternyata memang menguntungkan,"katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×