kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jokowi ingin ibu kota baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi


Senin, 16 Desember 2019 / 18:01 WIB
Jokowi ingin ibu kota baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi
Suasana Rapat terbatas (ratas) membahas rencana pemindahan ibu kota negara di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta pemindahan ibu kota bisa memincu percepatan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Jokowi berharap pemindahan ibu kota tidak sekedar pemindahan Istana Presiden, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden."Perpindahan ibu kota ini adalah sebagai sebuah percepatan transformasi ekonomi," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Senin (16/12).

Baca Juga: Wilayah ibu kota baru akan dipimpin oleh city manager

Jokowi menuturkan bahwa jangan sampai ibu kota baru menjadi kota yang mahal dan sepi. Ibu kota baru diharapkan tidak hanya dihuni oleh pegawai pemerintahan. Oleh karena itu, perlu rancangan dan persiapan yang matang sebelum pindah. J

okowi bilang seluruh sistem dalam ibu kota harus sudah terpasang dengan baik sebelum pemindahan."Tujuannya adalah membangun ibu kota yang menjadi mesin penggerak smart economy," terang Jokowi.

Oleh karena itu, ibu kota baru tidak hanya harus memperhatikan masalah kenyamanan. Namun, perlu juga memerhatikan pembangunan kompleks yang tepat. 

Baca Juga: Gubernur DKI akan gratiskan pajak BBN-KB kendaraan listrik

Namtinya di ibu kota baru akan terdapat kompleks pendidikan, riset dan lainnya. Nantinya kompleks pendidikan tersebut akan diisi oleh universitas kelas dunia untuk pengembangan talenta nasional.

 




TERBARU

Close [X]
×