kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Jokowi: Harusnya DPRD senang APBD DKI naik


Kamis, 02 Januari 2014 / 16:03 WIB
ILUSTRASI. PENAJAM PASER UTARA,29/6-TITIK NOL NUSANTARA. Foto udara menunjukan Titik Nol Nusantara yang akan dijadikan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di kawasan Penajam paser Utara, KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, seharusnya DPRD DKI Jakarta senang RAPBD DKI 2014 mencapai Rp 58 triliun. Sebab, tidak mungkin APBD DKI stagnan pada angka Rp 41 triliun terus.

Menurut Jokowi, seharusnya peningkatan anggaran pada RAPBD 2014 itu diapresiasi positif oleh DPRD DKI. Salah satunya adalah dengan segera mengesahkannya demi kelancaran proyek pembangunan.

"Masak senang Rp 41 triliun terus. Harusnya senang dong baik rakyatnya ataupun dewannya. Wong kita kerja mati-matian agar PAD (pendapatan asli daerah) meningkat," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/1) siang.

Dia malah heran mengapa DPRD DKI Jakarta tak kunjung mengesahkan RAPBD menjadi APBD DKI 2014. Sebab, Pemprov DKI telah menyerahkan sejak awal Oktober 2013. "Nah, budgeting ada di dewan. Urusannya ada di sana," kata dia.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut enggan berkomentar terkait dugaan tarik-menarik kepentingan fraksi DPRD soal APBD 2014, mengingat total APBD 2014 memang meningkat tajam dari semula Rp 41 triliun menjadi Rp 58 triliun.

"Kalau ada tarik-menarik ya itu urusan di sana karena di sana itu ada dinamika politiknya masing-masing," lanjut Jokowi.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan mengakui lamanya pengesahan APBD 2014 disebabkan soal administrasi. Banyak nomor rekening pos anggaran yang berubah sehingga membutuhkan waktu lama. Dia pun memastikan APBD 2014 disahkan pada Januari ini.  (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×