kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jokowi diyakini telah membatalkan 6 ruas jalan tol


Jumat, 28 Desember 2012 / 14:25 WIB
ILUSTRASI. Gangguan Kecemasan Perpisahan Pada Anjing Peliharaan  


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Aktivis Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) menyatakan menolak rencana pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota yang telah digagas sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Sutiyoso. Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan mengatakan, proyek tersebut sama saja dengan membangkitkan minat masyarakat mengendarai mobil pribadi di kawasan perkotaan.

Azas mengaku senang karena sikap Jokowi yang pro transportasi massal daripada pembangunan enam ruas jalan tol. "Makanya, tadi Pak Gubernur mengatakan, beliau lebih mengedepankan pembangunan angkutan umum di Jakarta daripada membangun enam ruas jalan tol di Jakarta," kata Tigor di Balaikota Jakarta, Jumat (28/12).

Bahkan, Tigor sesumbar kalau dalam pertemuannya bersama Jokowi adalah untuk merencanakan mengirimkan surat pembatalan proyek enam ruas jalan tol kepada pihak Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kami tadi diskusi rencana untuk berkirim surat kepada Kementerian PU untuk membatalkan pembangunan enam ruas jalan tol dalam Jakarta," ujarnya.

Tigor pun meyakini bahwa proyek tersebut sudah ditolak oleh Jokowi. Mengenai surat pembatalan proyek tersebut kepada Kementerian PU, kata Tigor, juga sudah dibahas dengan pihak Dinas Perhubungan DKI.

"Dia (Jokowi) sudah tegas menolak (enam ruas jalan tol) dan lebih mengedepankan pembangunan angkutan umum. Cuma, minggu lalu Menteri PU bilang Jokowi belum kirim surat penolakan. Pokoknya gini, dalam waktu dekat, Gubernur akan mengirimkan surat ke Menteri PU untuk menolak enam ruas jalan tol," ujarnya.

Menurutnya, tata ruang di Jakarta yang sudah terlanjur sangat buruk dan jika dibangun enam ruas jalan tol akan tambah merusak tata kota. Kedua, di sektor transportasi lalu lintas, pembangunan enam ruas jalan tol hanya akan menjadi red carpet bagi kendaraan pribadi.

"Menurut data Dinas Perhubungan, jumlah total pejalan yang menuju Jakarta setiap harinya mencapai 25 juta dan 98 persennya menggunakan data pribadi," kata Tigor.

Ketiga, dari sisi lingkungan, pembangunannya akan memicu pencemaran lingkungan hidup. Selanjutnya, proyek tersebut juga akan memicu angka kesakitan warga Jakarta, khususnya pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Dan juga penolakan sangat kuat dari berbagai pihak dan sudah terkumpul ribuan petisi online," ujarnya.(Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×