kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Jokowi disarankan reshuffle kabinet, ini alasannya


Jumat, 03 Februari 2017 / 17:57 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sorotan. Beberapa persolan yang tidak kunjung terselesaikan membuat menteri-menteri  perlu mendapat penyegaran melalui reshuffle.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, saat ini sudah waktunya beberapa pos kementerian dilakukan reshuffle. "Saya kira sudah waktunya Presiden melakukan reshuffle," kata Arbi, Jumat (3/2).

Adapun beberapa kementerian yang layak untuk diganti itu antara lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Pendidikan, Menteri Agama serta Menteri Dalam Negeri. Beberapa kementerian itu dinilai memiliki raport merah lantaran kinerja yang buruk.

Di Kementerian BUMN, Arbi menilai kinerjanya masih belum terlihat. Terbukti dengan banyaknya persoalan-persoalan hukum yang menimpa para pejabat di badan usaha yang dipimpin. Sementa itu, untuk kementerian Pendidikan kebijakan yang dikeluarkan malah membuat kekacauan dan kebingungan.

Untuk Kementerian agama, munculnya organisasi keagamaan yang dominan, serta tindakan-tindakan yang berlebihan akan mengancam kedaulatan bangsa. Sedangkan Kementerian Dalam Negeri, terkait dengan persoalan e-KTP yang tidak kunjung terselesaikan menjadi masalah dalam pemilihan kepala daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×