kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Jokowi disarankan reshuffle kabinet, ini alasannya


Jumat, 03 Februari 2017 / 17:57 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sorotan. Beberapa persolan yang tidak kunjung terselesaikan membuat menteri-menteri  perlu mendapat penyegaran melalui reshuffle.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, saat ini sudah waktunya beberapa pos kementerian dilakukan reshuffle. "Saya kira sudah waktunya Presiden melakukan reshuffle," kata Arbi, Jumat (3/2).

Adapun beberapa kementerian yang layak untuk diganti itu antara lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Pendidikan, Menteri Agama serta Menteri Dalam Negeri. Beberapa kementerian itu dinilai memiliki raport merah lantaran kinerja yang buruk.

Di Kementerian BUMN, Arbi menilai kinerjanya masih belum terlihat. Terbukti dengan banyaknya persoalan-persoalan hukum yang menimpa para pejabat di badan usaha yang dipimpin. Sementa itu, untuk kementerian Pendidikan kebijakan yang dikeluarkan malah membuat kekacauan dan kebingungan.

Untuk Kementerian agama, munculnya organisasi keagamaan yang dominan, serta tindakan-tindakan yang berlebihan akan mengancam kedaulatan bangsa. Sedangkan Kementerian Dalam Negeri, terkait dengan persoalan e-KTP yang tidak kunjung terselesaikan menjadi masalah dalam pemilihan kepala daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×