kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.575   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Di belakang pria hebat, ada wanita hebat


Selasa, 07 Maret 2017 / 14:03 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah saat ini terus mengupayakan pemberdayaan terhadap perempuan.

Misalnya, pada tahun 2016 lalu, di Bali, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakukan deklarasi kesetaraan wanita dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Jokowi meyakini, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu cara yang efektif untuk memajukan ekonomi Indonesia.

"Pengalaman di seluruh dunia menunjukkan, cara yang paling gampang dan murah untuk menggenjot ekonomi adalah dengan pemberdayaan perempuannya," kata Jokowi, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-20 Indian Ocean Rim Association (IORA) Leaders' Summit 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (7/4/2017).

Jokowi lalu mengutip sebuah pepatah lama yang diyakininya benar.

Awalnya, Jokowi mengutip pepatah itu dengan Bahasa Inggris, kemudian diterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia.

"Behind every great man, there is great woman. Di belakang pria yang hebat, ada wanita yang hebat," ujar Jokowi.

KTT IORA, dihadiri 16 kepala negara atau wakilnya. Mereka di antaranya adalah Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, PM Malaysia Najib Razak, dan Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×