kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   0,00   0,00%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi dapat teman jika Ahok keluar dari Gerindra


Selasa, 09 September 2014 / 18:20 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi iPhone disabled.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden terpilih Joko Widodo ikut berbicara soal ancaman Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang ingin mundur dari Partai Gerindra lantaran tidak sejalan dengan partai terkait Rancangan Undang-Undang Pilkada.

Ancaman Basuki atau sapaan akrabnya Ahok ini membuka kembali wacana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merekrut Ahok sebagai kader. Menanggapi itu, Joko Widodo mengatakan dirinya senang apabila Ahok ingin gabung ke PDI Perjuangan.

"Nanti kalau benar, RUU Pilkada disahkan nanti dapat temen satu, Pak Ahok. Dapat teman," ujar Joko Widodo atau sapaan akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Mengenai opsi kedua RUU Pilkada, bahwa pilkada harus melalui DPRD ini pun dianggap Jokowi tidak sesuai dengan sistem pemerintahan Indonesia saat ini.

"Saya sampaikan pilpres itu kan dipilih rakyat. Sistemnya presidensil juga. Masa di bawahnya parlementer? Arahnya ke mana? Di atas (Presiden) itu UU itu dipilih rakyat. Yang di provinsi kok dipilih DPRD itu logikanya dimana?" kata Jokowi.

Jokowi menganggap seharusnya Undang-Undang yang mengatur mengenai pelaksanaan Pilkada ini tidak perlu dirombak secara keseluruhan.

"Harusnya kalau sudah ada Undang-Undang ini, maka kekurangannya dikoreksi, dibenahi. Tapi itu urusan parlemen lah," kata Jokowi. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×