kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ahok: Tiap tahun kepala daerah bisa diperas DPRD


Selasa, 09 September 2014 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) berupaya akan kembangkan percepatan pencapaian era digital dan 5G.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan apabila Pilkada ditentukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), maka kepala daerah akan sangat ketergantungan kepada anggota legislatif.

Bahkan pria yang karib disapa Ahok ini mengatakan, kepala daerah akan menjadi lahan untuk diperas anggota DPRD.

“Tiap tahun kepala daerah bisa diperas loh oleh DPRD. Misal saya tolak laporan (kepala daerah) dan anda dipecat. Jadi apabila benar nanti akan diberlakukan (pemilukada oleh DPRD), tugas kepala daerah adalah menjamu anggota DPRD,” ujar Ahok di Balaikota Jalan Medan Medeka Selatan, Selasa (9/9/2014).

Ahok mengatakan salah apabila model mekanisme pemilihan kepala daerah dikaitkan dengan kesejahteraan rakyat. lanjut Ahok yang menentukan kesejahteraan rakyat adalah korup tidaknya para pejabat.

“Kalau hari ini mau kita ukur, rakyat makin sejahtera atau engga dengan adanya Pemilukada? kalau memang engga (sejahtera), emang dulu iya, substansinya apa? Substansinya adalah jangan ada pejabat yang korup,” ujar Ahok.

Ahok mengatakan dengan kepala daerah dipilih oleh DPRD maka nantinya pemerintahan akan kental dengan permainan politik. Situasi tersebut, lanjutnya, akan menyebabkan permasalahan rakyat dibiarkan.

“Justru ini main politik dan rakyat nantinya dicuekin,” ujar Ahok. (Taufik Ismail)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×