kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jokowi akan resmikan jalan tol trans Sumatera sepanjang 189 km


Jumat, 15 November 2019 / 10:43 WIB
Jokowi akan resmikan jalan tol trans Sumatera sepanjang 189 km
ILUSTRASI. Sejumlah kendaraan pemudik melintas di jalan tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar, di Desa Sababalau Lampung Selatan, Lampung, Kamis (30/5/2019). Memasuki H-6 Lebaran tahun 2019, volume arus mudik melalui jalan tol Trans Lampung dari arah Jakarta

Reporter: Abdul Basith | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan ruas tol Trans-Sumatera sepanjang 189 kilometer (km). Ruas tol yang akan diresmikan merupakan ruas tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung. Tol tersebut akan diresmikan di wilayah Lampung.

Tepatnya di Gerbang Tol Simpang Pematang KM 240, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Jokowi bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta pukul 8.10 WIB.

Baca Juga: Presiden Jokowi minta RPJMN tahun 2020-2024 disusun secara jelas dan realistis

Asal tahu saja, tol Trans-Sumatera merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Pembangunan tol tersebut ditargetkan selesai tahun 2024 mendatang.

"Kita harap (tahun) 2024, tembus Lampung-Aceh. Berikutnya Kalimantan, Sulawesi, sehingga kecepatan mobilitas barang betul-betul ada," ujar Jokowi saat menyerahkan DIPA, Kamis (14/11).

Pembangunan infrastruktur dinilai masih menjadi salah satu fokus Jokowi. Meski pun visi besar Jokowi pada periode kedua adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga: Airlangga raih mayoritas dukungan dari peserta rapimnas Golkar

Pembangunan infrastruktur dinilai menjadi pondasi bagi daya saing Indonesia. Selain membangun infrastruktur besar, Jokowi berharap infrastruktur yang ada dapat tersambung hingga sentra produksi.

Asal tahu saja, sebelumnya Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bilang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 kebutuhan dana infrastruktur sebesar Rp 1.900 triliun hingga Rp 2.000 triliun.

"APBN kalau melihat DIPA tahunan itu paling cuma sekitar Rp 620 triliun 5 tahun," terang Basuki.

Sisanya akan dipenuhi dengan skema pembiayaan lain. Basuki bilang pembiayaan bisa melalui investasi mau pun skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

















 




TERBARU

×