kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Airlangga raih mayoritas dukungan dari peserta rapimnas Golkar


Jumat, 15 November 2019 / 00:03 WIB
Airlangga raih mayoritas dukungan dari peserta rapimnas Golkar
ILUSTRASI. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada acara Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11/2019). Rapimnas mengambil tema Golkar Solid, Pemerintahan Stabil, Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pd.

Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ormas Tri Karya yang mendirikan Partai Golkar mendukung Airlangga Hartarto menjabat Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Ketua MKGR, Roem Kono, menyatakan MKGR bersama Kosgoro 1957 menjelaskan, dukungan itu diberikan karena kinerja Airlangga sudah terbukti dan diakui Presiden Jokowi.

"Presiden saja bilang Ketum Golkar top, itu artinya Pak Airlangga memang diakui kepemimpinannya," kata Roem Kono saat menyampaikan pandangan umum di Rapimnas Partai Golkar, Kamis (14/11).

Baca Juga: Presiden Jokowi kumpulkan pangdam di Istana, ada apa?

Dalam Rapimnas Golkar, hampir seluruh DPD tingkat I Partai Golkar juga sepakat mendukung kembali Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Golkar 2019-2024. Hingga kini, 19 DPD dan 3 organisasi karya mendukung Airlangga Hartarto.

Saat menyampaikan pandangan umum, sejumlah pengurus DPD tingkat I meminta musyawarah mufakat untuk memilih kembali Airlangga Hartarto.

“DPD DKI Jakarta mendukung penuh pada Airlangga Hartarto untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2019-2024. DPD 1 DKI Jakarta juga memohon kepada DPP Partai Golkar dan para pimpinan untuk mengutamakan musyawarah mufakat dalam munas mendatang,” kata Sekretaris DPD DKI Jakarta, Basri Baco.

Baca Juga: Ditawari jabatan BUMN, begini 15 tahun perjalanan karier politik Ahok

Pengurus DPD I pun mendukung Airlangga kembali memimpin Golkar. Perwakilan DPD Bengkulu meminta Golkar tetap solid dan memiliki kesamaan visi dalam pemenangan Pilkada serentak 2020.

Selain itu, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar sebaiknya digelar setelah Pilkada atau Oktober 2020. Pengurus DPD I NTT, Jawa Barat, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Selantan, dan Jawa Timur juga menginginkan pemilihan dengan mengutamakan musyawarah mufakat.




TERBARU

Close [X]
×