kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.037   -2,83   -0,05%
  • KOMPAS100 789   0,72   0,09%
  • LQ45 600   0,68   0,11%
  • ISSI 209   -0,58   -0,28%
  • IDX30 339   -0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 422   0,38   0,09%
  • IDX80 90   -0,02   -0,02%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,34%
  • IDXQ30 109   0,03   0,03%

JK: Pertemuan Jokowi-Prabowo tanda politik stabil


Jumat, 30 Januari 2015 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Data AAJI menyebutkan sampai dengan semester I-2023, premi unitlink mencapai Rp 38,4 triliun


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi preseden politik yang baik.

"Kan Pak Jokowi ya menerima tamu, menerima ketua partai kan bagus supaya negeri ini aman, politiknya stabil. Itu tanda-tanda politik kita stabil. Tidak ada partai yang tak bersahabat," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (30/1).

Kalla tidak menganggap pertemuan Jokowi sebagai bentuk mencari dukungan menghadapi partai politik pendukung pemerintah yang menekannya untuk melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai kepala Polri. "Tidak ada deal-nya. Saya pikir bangsa ini harus dibangun bersama-sama," ucap Kalla.

Pertemuan Prabowo dan Jokowi itu berlangsung di Istana Bogor, Kamis siang kemarin. Meski datang sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia, Prabowo mengakui juga membahas polemik terkait pelantikan Budi Gunawan. Prabowo menyerahkan keputusan pelantikan itu kepada Jokowi.

"Saya yakin beliau mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan lainnya dan beliau akan memilih yang terbaik," ucap Prabowo seusai pertemuan.

Hingga kini, Jokowi belum menentukan sikap apakah akan melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri atau membatalkannya. Jokowi memutuskan menunda pelantikan itu setelah Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim independen yang dibentuk Jokowi untuk menangani kisruh KPK-Polri sebelumnya sudah merekomendasikan agar Presiden tak melantik Budi. Meski demikian, partai politik pendukung Jokowi justru menyarankan agar Budi segera dilantik. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×