kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Jika rupiah melemah setelah perang dagang, BI bisa naikkan bunga lagi


Kamis, 05 Juli 2018 / 17:08 WIB
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat (AS) dan China akan dimulai Jumat (6/7) besok dengan menerapkan kebijakan tarif impor barang-barang dari China hingga senilai US$ 34 miliar akan menjadi sentimen utama pergerakan nilai tukar rupiah. Sebab hal ini akan menjadi ketidakpastian baru, selain normalisasi kebijakan moneter AS (The Fed).

"Makanya, kami melihat BI pun masih ada ruang menaikkan lagi suku bunga acuan," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Kontan.co.id, Kamis (5/7). Terhitung hampir dua bulan, BI telah menaikkan bunga sebesar 100 basis points (bps) menjadi 5,25%.

Ia menilai, pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini masih di atas Rp 14.000 per dollar AS sulit menguat ke bawah Rp 13.900 per dollar AS karena tekanan trade war tersebut. Jika nilai tukar rupiah bergerak melemah mendekati Rp 14.500 per dollar AS setelah trade war besok, maka BI perlu memprioritaskan stabilitas kurs rupiah.

"Kalau memang rupiah masih terus melemah mendekati Rp 14.500 per dollar AS, ada potensi BI naikkan kembali 25 bps di bulan ini," tambahnya.

Sebaliknya, jika setelah trade war besok pergerakan nilai tukar rupiah dalam batas yang normal, Josua melihat peluang BI menaikkan bunga acuannya di Agustus mendatang sambil melihat respon pasar terhadap rilis data defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2018.

Perkiraannya, CAD kuartal kedua akan melebar ke atas 2,5% dari produk domestik bruto (PDB). "Timingnya (kenaikan bunga acuan BI) yang pas di Agustus," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×