kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Jerman menolak membantu negara yang terkena krisis Eropa


Kamis, 01 Desember 2011 / 15:28 WIB
ILUSTRASI. Termurah Rp 100 jutaan, harga mobil bekas Suzuki Ignis kini ramah kantong


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah Jerman menegaskan sikapnya terhadap negara-negara Eropa yang terbelit utang. Presiden Jerman Christian Wulff menyatakan, negara-negara Eropa yang terhantam krisis tersebut tidak boleh menuntut bantuan kepada pemerintahannya.

Jerman menilai, negara-negara yang terkena krisis tersebut tidak menjalankan kebijakan ekonomi yang benar karena terus menumpuk utang. Karena itu, Wullf menyerukan negara lain supaya tak lagi menumpuk utang dan tetap berhemat. "Tidak hanya di Eropa yang harus berubah cara berekonomi, tidak boleh menumpuk hutang berlebih-lebihan," kata Wulff usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (1/12).

Wulff sendiri mengaku gembira dengan kebijakan penghematan anggaran yang dijalankan Indonesia. "Indonesia menjadi contoh baik karena ekonomi Indonesia terkonsolidasi dan negara ini berusaha hemat," katanya.

Sementara itu, SBY berharap situasi yang tidak menguntungkan di kawasan Eropa dapat segera pulih. "Saya berharap ada solusi di situ agar perekonomian global dalam proses recovery itu bisa berlanjut," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×