kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jembatan Comal baru bisa dilalui kendaraan sedang


Kamis, 24 Juli 2014 / 13:38 WIB
Mantan pendiri sekaligus pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Henry Surya (tengah) saat konferensi pers kasus KSP Indosurya (19/6/2020). Muncul ke Publik, Henry Surya Klaim Sudah Selesaikan Pembayaran Homologasi.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Jembatan Comal yang menghubungkan Jakarta-Surabaya akhirnya bisa dilintasi oleh kendaraan dan dimanfaatkan untuk arus mudik Lebaran 2014. Meskipun demikian, Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengatakan bahwa kondisi jembatan tersebut belum bisa difungsikan secara maksimal.

EE Mangindaan, Menteri Perhubungan, mengatakan, jembatan tersebut baru bisa dilalui oleh kendaraan jenis kecil dan bus ukuran sedang. Pemerintah belum bisa mengizinkan bus ukuran besar dan kendaraan yang memiliki berat di atas 10 ton untuk melewati jembatan tersebut.

“Belum bisa maksmimal dan kemungkinan habis lebaran juga belum bisa digunakan untuk kendaraan berat,” kata Mangindaan di Jakarta Kamis (24/7).

Meskipun belum bisa berfungsi maksimal, Mangindaan mengaku lega. Sebab, walaupun belum berfungsi secara maksimal, beroperasinya Jembatan Comal tersebut paling tidak akan bisa mengurangi penumpukan arus mudik di Jalur Selatan dan Tengah Jawa. “Sedikit lega, sebab kalau utara tidak bisa dimanfaatkan sama sekali, macetnya bisa lebih parah,” katanya.

Asal tahu saja, sejak Kamis (24/7) dini hari Jembatan Comal sudah dibuka. Pembukaan kembali jembatan tersebut diikuti dengan meningkatnya volume kendaraan yang memasuki wilayah pantura Kendal pada Kamis siang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×