kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Jemaah Haji Tak Perlu Cemas, Koper Tertinggal di Bandara Akan Diantar ke Hotel


Jumat, 24 April 2026 / 14:02 WIB
Jemaah Haji Tak Perlu Cemas, Koper Tertinggal di Bandara Akan Diantar ke Hotel
ILUSTRASI. Jemaah haji 2026 (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Petugas Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) 2026 menghimbau agar Jemaah haji Indonesia tidak khawatir apabila ada barang yang tertinggal di bandara.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir menjelaskan bahwa seluruh koper besar jemaah telah diatur dalam sistem penanganan bagasi yang terkoordinasi. Koper-koper tersebut tidak dibawa langsung oleh jemaah, melainkan dikirimkan ke hotel tempat mereka menginap.

Ia menuturkan bahwa pengiriman koper besar ditangani oleh pihak syarikah yang secara khusus bertugas mengelola bagasi jemaah. Bahkan, koper kabin yang masuk dalam sistem bagasi juga akan langsung diantarkan ke hotel.

Baca Juga: Usai Khalid Basalamah, KPK Panggil Empat Bos Biro Travel Haji

Karena itu, jemaah diminta tetap tenang dan tidak cemas apabila tidak langsung menerima koper mereka saat tiba di bandara.

Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa barang-barang jemaah yang tertinggal akan tetap aman dan dikembalikan. Ia mencontohkan, sejumlah barang seperti cincin milik jemaah hingga koper yang sempat tertinggal di bus berhasil ditemukan dan telah diserahkan kembali kepada pemiliknya.

“Enggak usah khawatir kalau barang ketinggalan di bandara, pasti nanti akan ditemukan dan pasti akan kami antarkan. Contoh misalkan kemarin kita juga menemukan eh cincin jemaah teridentifikasi itu milik UPG (Bandara Internasional Sultan Hasanuddin) 1, tadi malam sudah kita serahkan,” tutur Abdul kepada awak media, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, terdapat mekanisme penelusuran barang yang dilakukan secara menyeluruh. Untuk barang yang tertinggal di dalam pesawat, PPIH bekerja sama dengan kru maskapai dalam proses pencarian. Sementara barang yang tertinggal di bus biasanya akan dilaporkan atau langsung diantarkan oleh sopir kepada petugas.

Dengan sistem tersebut, PPIH memastikan seluruh barang jemaah tetap dalam pengawasan dan akan dikembalikan jika ditemukan. Jemaah pun diminta tidak ragu melapor kepada petugas apabila merasa kehilangan barang.

Baca Juga: Wacana Larangan Total Vape Dinilai Perlu Didasarkan pada Kajian Ekonomi dan Sosial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×