kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.875   -137,00   -0,76%
  • IDX 6.064   178,29   3,03%
  • KOMPAS100 804   28,97   3,74%
  • LQ45 606   19,16   3,26%
  • ISSI 208   6,57   3,27%
  • IDX30 344   9,81   2,93%
  • IDXHIDIV20 424   9,88   2,39%
  • IDX80 91   3,11   3,55%
  • IDXV30 114   3,70   3,36%
  • IDXQ30 111   2,68   2,48%

Jemaah Haji Gelombang II Padati Raudhah, Bisa Capai 8.000 Orang per Hari


Jumat, 12 Juni 2026 / 13:45 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Padati Raudhah, Bisa Capai 8.000 Orang per Hari
ILUSTRASI. Jemaah Haji Jakarta-Banten Menjalankan Umroh Waji di Makkah (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Jemaah haji Indonesia gelombang kedua tampak antusias memadati area Raudhah di dalam Masjid Nabawi.

Raudhah merupakan kawasan yang memiliki ukuran sekitar 22 meter dari timur ke barat dan sekitar 2 meter dari utara ke selatan. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang sangat istimewa bagi umat Islam karena diyakini sebagai area yang mustajab untuk berdoa.

Di sinilah para jemaah memanjatkan berbagai doa dan harapan dengan penuh kekhusyukan, meneladani sunah Rasulullah SAW. Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW menyebut kawasan tersebut sebagai Raudhatul Jannah, yang berarti Taman Surga.

Baca Juga: Arab Batasi Fungsi KKHI, Kemenhaj Cari Formula Baru Layanan Kesehatan Jemaah Haji

Kepala Sektor Khusus Nabawi, Muhammad Thoriq, mengatakan dalam sehari bisa mencapai 8.000 jamaah yang masuk ke dalam Raudhah.

“Ini per jam 4 sore ada beberapa kloter (yang masuk) kurang lebih 1.045 jemaah. Nanti kemudian jam 17.00 juga ada beberapa kloter yang akan masuk. Total dalam sehari bisa mencapai 8.000 orang," ujar Thoriq kepada wartawan Media Center Haji (MCH), Kamis (11/6/2026).

Seperti halnya saat gelombang pertama, Sektor Khusus Nabawi kembali memfasilitasi jamaah Indonesia untuk pendaftaran kolektif untuk masuk Raudhah yakni melalui tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah.

Caranya adalah rombongan kloter akan difasilitasi oleh ketua kloter atau petugas bimbingan ibadah kloter masing-masing untuk mendapatkan tasreh, yakni sistem kolektif yang akan dikontrol oleh Sektor Khusus Nabawi. Selain menggunakan tasreh, jamaah juga bisa mendaftar masuk ke Raudhah secara mandiri menggunakan aplikasi Nusuk di HP masing-masing.

Salah satu jamaah asal Cirebon, Jawa Barat, Muhammad Zulfam, mengaku bersyukur bisa masuk ke dalam Raudhah. Ia pun berharap selama tinggal di Madinah dirinya bisa kembali mengunjungi lokasi tersebut kembali.

"Alhamdulllah terharu, dan kepingin lagi ke sini. Terima kasih (untuk petugas) karena bisa memfasilitasi kami masuk," ujar jamaah berusia paruh baya tersebut.

Sementara itu, jamaah lain dari Solo, Jawa Tengah, Zuhdi, juga mengaku bersyukur bisa masuk ke dalam Raudhah meskipun hanya punya waktu 10 menit di dalam. "Bersyukur. Inginnya panjang (lama) tapi sudah harus digeser sama penjaganya," katanya.

Baca Juga: Menengok Pabrik Mawar Legendaris Taif yang Bertahan Lebih dari Satu Abad

Ia pun berharap dirinya bisa masuk kembali ke dalam Raudhah selama dirinya bermukim delapan hari di Madinah. "Ingin mendoakan semua keluarga saya dan ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat," tutur jamaah berusia 60 tahun itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×