kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Menengok Pabrik Mawar Legendaris Taif yang Bertahan Lebih dari Satu Abad


Kamis, 11 Juni 2026 / 16:02 WIB
Menengok Pabrik Mawar Legendaris Taif yang Bertahan Lebih dari Satu Abad
ILUSTRASI. Jamaah haji berbelanja di Pasar Kakiyah (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kawasan Al-Hada di Taif menyimpan salah satu destinasi yang cukup terkenal di Arab Saudi, yakni pabrik parfum dan penyulingan mawar Rashid Hussein Al-Qurashi. Tempat ini dikenal sebagai penghasil air mawar dan minyak mawar murni berkualitas tinggi yang telah diproduksi secara turun-temurun selama beberapa generasi.

Saat memasuki area pabrik pada Rabu (10/6/2026), suasana terlihat ramai. Tidak hanya wisatawan, sejumlah jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, juga tampak memenuhi lokasi.

Sebagian pengunjung antusias melihat berbagai produk mawar khas Taif, mulai dari parfum hingga air mawar yang tersusun di etalase. Sebagian lainnya menikmati suasana sambil mencicipi kopi dan es krim yang tersedia di kawasan tersebut.

Baca Juga: Irjen Kemenhaj Minta Petugas Haji Tetap Fokus hingga Kloter Terakhir Pulang

Pabrik ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi parfum, tetapi juga menjadi tujuan wisata edukatif yang memperkenalkan sejarah dan proses pengolahan mawar Taif yang telah melegenda.

Slah ssatu pegawai bernama Abdullah dengan menggunakan bahasa Melayu menerangkan, proses pengolahan mawar menjadi berbagai produk parfum dan minyak atsiri. Abdullah juga mengajak melihat area penyulingan tradisional yang telah digunakan selama puluhan tahun.

Meski demikian, proses penyulingan tidak dapat disaksikan secara langsung karena musim panen mawar telah berakhir. Menurut Abdullah, mawar Taif umumnya dipanen pada bulan Ramadan dan Syawal. Pada periode itulah aktivitas penyulingan dan produksi parfum berlangsung paling intensif, menghasilkan air mawar dan minyak mawar yang menjadi salah satu produk khas kebanggaan Taif.

Namun demikian, Dul bercerita bahwa proses penyulingan mawar menjadi parfum membutuhkan waktu yang panjang. Ada yang 6 jam, ada juga yang 8 jam tanpa jeda. Semua proses harus dilakukan secara baik, alat penyulingan tidak boleh mati. Adapun bahan baku untuk membuat parfum mawar tersebut menurut Dul yaitu air dan bunga mawar rose yang diambil dari kebun mawar di Taif.

"Nantinya kalau sudah mulai jadi, dia terpisah. Air di bawah kemudian parfum di atas," ucap Dul, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Kemenhaj Bongkar Badal Haji Fiktif, Masyarakat Diminta Waspadai Tawaran Murah

Dengan gayanya yang sedikit jenaka, Dul menjelaskan bahwa air mawar yang disuling di pabrik Al-Qurashi tersebut dibuat menjadi parfum, sabun lotion, obat rambut, air arus dan skincare.

"Bisa juga dibuat teh. Soal manfaat, mungkin wangi saja," kata Dul.

Air arus, kata Dul, berguna bagi yang ingin badannya wangi. Sementara obat rambut selain wangi bisa juga untuk menjaga kesehatan rambut.

Menurut Dul, dalam satu tahun, jumlah mawar yang diolah menjadi minyak atau parfum berbeda-beda. Kadang 300 kilogram, kadang juga sampai 900 kilogram. "Memang seasion musimnya beda," ucapnya.

Sementara 1 wadah kilang penyulingan dengan ukuran sedang dapat menampung 35 ribu bunga mawar. Lalu, kilang besar mampu menampung 600.000 bunga mawar.

"Di sini ada air panas ada air dingin campuran," kata Dul dengan bahasa Melayu yang sedikit kesulitan.

Dul memperkirakan pabrik tersebut berusia 150 tahun dan telah menjadi legenda Taif hingga kini ramai dikunjungi wisatawan baik jemaah umrah atau jemaah haji. Menurut dia, saat musim haji kunjungan menurun satu hari sekitar 300 ribu. Sedangkan di hari biasa, bisa mencapai 600 ribu orang per hari dari berbagai dunia. Demikian juga, kata Dul, soal harga. Saat musim haji, harganya tinggi, sedangkan saat hari biasa, harganya kembali normal.

Dul juga bilang, semua olahan parfum hingga lotion berasal dari satu jenis mawar yang yaitu rose. Semuanya, kata Dul, non alkohol. Soal keuntungan pabrik, Dul sempat ngasih bocoran. "Dalam setahun 1-2 miliar rupiah," katanya.

Baca Juga: Haji 2027 Mulai Disiapkan, Kemenhaj Ajukan Penguatan Anggaran Demi Tingkatkan Layanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×