kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.895   -24,00   -0,14%
  • IDX 7.736   158,97   2,10%
  • KOMPAS100 1.083   24,66   2,33%
  • LQ45 789   16,81   2,18%
  • ISSI 274   6,04   2,26%
  • IDX30 420   10,13   2,47%
  • IDXHIDIV20 513   10,99   2,19%
  • IDX80 122   2,58   2,17%
  • IDXV30 139   2,76   2,02%
  • IDXQ30 135   2,98   2,26%

Jelang Pidato Nota Keuangan, Banggar DPR Soroti Angka ICOR yang Masih Tinggi


Jumat, 15 Agustus 2025 / 09:32 WIB
Jelang Pidato Nota Keuangan, Banggar DPR Soroti Angka ICOR yang Masih Tinggi
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD RI 2025 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (15/8/2025). Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan isi Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan isi Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pada Jumat (15/8/2025).

Ketua Badan Anggaran (Banggar) Said Abdullah berharap dalam pidatonya nanti, penurunan angka Incremental Output Ratio (ICOR) juga bisa menjadi fokus Prabowo.

Ia berharap, dalam Nota Keuangan yang akan disampaikan Presiden pada Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD, fokus kebijakan fiskal diarahkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga: Habiburokhman Beberkan Isi Pidato Prabowo di Nota Keuangan, Ada MBG hingga Pangan

Menurut Said, setidaknya ada tiga prioritas utama yang harus didorong secara simultan, di antaranya pendidikan untuk semua sesuai pilihan dan kebutuhan masyarakat, peningkatan kualitas layanan kesehatan yang inklusif, serta program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak.

Jika ketiga program ini dijalankan secara konsisten dan simultan, Said optimistis akan terjadi peningkatan efisiensi ekonomi nasional.

Salah satu indikatornya adalah penurunan ICOR.

"Jika simultan ini dilaksanakan serentak, maka kita punya harapan ICOR kita akan jauh nantinya setidaknya sama lah dengan Vietnam. Kalau Vietnam hari ini bisa 4,6, kita di 6,1, 6,2, maka dengan akselerasi program pemerintah itu bisa dicapai," kata Said kepada awak media di Gedung DPR, Jumat (15/8).

Baca Juga: Nota Keuangan: SBY, Jokowi Hingga JK Dipastikan Hadir, Megawati Belum Pasti

Di sisi lain, Said memandang bahwa meskipun masa transisi pemerintahan baru baru berjalan hampir 10 bulan, telah terlihat tanda-tanda perbaikan ekonomi yang signifikan.

Hal ini tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada dua kuartal pertama tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×