kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Jelang munas Golkar, pengamat: Etika politik jangan dikesampingkan


Jumat, 29 November 2019 / 11:17 WIB
ILUSTRASI. Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) saat menghadiri pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). ANTARA


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional (munas) pada 3-5 Desember 2019. Dalam perhelatan tersebut akan dipilih ketua umum Partai Golkar mendatang.

Meskipun politik sulit diterka atau ditebak, namun etika politik tetap harus dijaga. "Etika politik jangan dikesampingkan," kata Direktur Eksekutif Political and Public Studies Jerry Massie dalam keterangannya, Kamis (28/11).

Baca Juga: Jokowi: 54% pekerja di Indonesia dulunya stunting

Dia menyayangkan langkah yang diambil Bambang Soesatyo (Bamsoet) maju kerena desakan segelintir kader Golkar. Padahal, katanya, Bamsoet sudah diberikan jalan mulus sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

"Tapi ini kan hanya pendukungnya yang terus mendorong dirinya untuk maju," katanya.

Menurut kacamatanya, Bamsoet bakal sulit menandingi Airlangga. Dengan empat jatah menteri ditambah satu Wakil Menteri, menurut dia, itu adalah bukti kepercayaan Jokowi pada Airlangga.

Baca Juga: Peneliti CORE: Menko Perekonomian sebaiknya tak jadi Ketum Golkar lagi




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×