kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jawaban Istana soal Khofifah ke pilkada Jatim


Senin, 02 Oktober 2017 / 21:36 WIB
Jawaban Istana soal Khofifah ke pilkada Jatim


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terkait dengan tahun politik di 2018, dimana awal, mungkin Februari itu sudah partai-partai sibuk dengan pencalegan, kemudian Agustus proses penentuan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung berharap agar proses tersebut jangan kemudian mengganggu konsentrasi pemerintah.

Terkait dengan kemungkinan adanya menteri kabinet kerja, Panglima TNI atau Kapolri yang dicalonkan dalam Pilkada ada Pemilihan Legislatif (Pileg), menurut Seskab, tentunya semua siapapun yang mau maju di Pilkada, mau maju di pemilu legislatif, di jabatan-jabatan politik lainnya ya seyogianya melaporkan kepada Presiden.

Termasuk menjadi calon presiden?

“Semuanya dilaporkan kepada Presiden,” kata Pramono Anung kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, dikutip dari laman Setkab, Senin (2/10) sore.

Namun diakui Seskab, sejauh ini belum ada menteri atau pejabat lainnya yang melaporkan untuk maju Pilkada menjadi Calon Gubernur (Cagub), apalagi mau jadi Capres/Cawapres.

Kalau Bu Khofifah, sudah belum lapor juga?

“Kalau,” kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung dengan tertawa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×