kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ini Strategi Solikin M Juhro


Jumat, 23 Januari 2026 / 14:14 WIB
Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ini Strategi Solikin M Juhro
ILUSTRASI. Calon Deputi BI Solikin M Juhro paparkan 'SEMANGKA', yang merupakan delapan strategi utama untuk stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro membawa delapan jurus kebijakan yang disebutnya “SEMANGKA” saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI, Jumat (23/1/2026).

Solikin yang merupakan kandidat dari internal BI dan saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur BI, memaparkan visi dan misi melalui paket kebijakan mengorkestrasi, yang dirancang untuk menopang program Asta Cita Pemerintah di tengah tantangan ekonomi global yang kian bergejolak.

Dalam pemaparannya di hadapan anggota Komisi XI DPR, Solikin menjelaskan bahwa "SEMANGKA" merupakan singkatan dari delapan strategi kebijakan utama Bank Indonesia yang saling terintegrasi.

Strategi pertama, huruf S atau stabilitas makroekonomi dan keuangan, yang berfungsi sebagai jangkar ketahanan ekonomi nasional melalui stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang terkendali, serta sistem keuangan yang sehat.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Danantara Siap Jadi Mitra Strategis Investasi Global di WEF 2026

“Untuk menopangnya, BI selama ini menerapkan bauran kebijakan yang terintegrasi dengan mengorkestrasi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam satu kesatuan arah untuk mendukung ekonomi berkelanjutan,” ujar Solikin di Gedung Parlemen, Jumat, (23/1/2026)

Kedua, huruf E yakni ekonomi syariah dan pesantren sebagai modal sosial yang dinilai mampu mendorong produktivitas sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketiga, huruf M yaitu makroprudensial inovatif yang diposisikan sebagai instrumen kunci untuk mendorong intermediasi pembiayaan yang optimal, seimbang, dan inklusif di tengah keterbatasan ruang instrumen kebijakan lainnya.

Keempat, huruf A adalah akselerasi reformasi struktural sebagai prasyarat utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mengantarkan Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.

“Dalam konteks ini BI berperan strategis sebagai enabler reformasi struktural dengan menjaga stabilitas makroekonomi serta mengarahkan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna mendukung pembiayaan sektor produktif dan prioritas,” jelasnya.

Baca Juga: Bulog Bakal Jadi Badan Otonom, Presiden Targetkan Kemandirian Pangan Nasional

Kelima, huruf N yakni navigasi stabilitas harga pangan yang diarahkan untuk mewujudkan pangan sejahtera sebagai pilar stabilitas makroekonomi, pertumbuhan inklusif, sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.

Keenam, huruf G adalah gerak UMKM dan ekonomi kreatif, melalui pendampingan literasi keuangan dan digital, dukungan pembiayaan, perluasan akses pasar, transformasi digital, hingga pemetaan UMKM.

Ketujuh, huruf K yakni keandalan digitalisasi sistem pembayaran yang terus diakselerasi sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

“Digitalisasi menjadi instrumen strategis untuk menurunkan biaya transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi digital nasional,” tambah Solikin.

Terakhir, huruf A adalah aksi bersama, sinergi, dan kolaborasi. Menurut Solikin, di tengah ketidakpastian dan kompleksitas yang meningkat, BI tidak bisa bekerja sendiri sehingga diperlukan sinergi erat antara otoritas, industri, dan masyarakat untuk mendorong transformasi struktural ekonomi nasional yang lebih berdaya tahan.

Selanjutnya: Rama Indonesia Akan Akuisisi Dua Putra Utama (DPUM), Begini Rinciannya

Menarik Dibaca: Diskon Pepper Lunch 50%: BRI Beri Promo Kilat 3 Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×