kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jalan Sempit dan Cuaca Panas Jadi Tantangan Pendorongan Jemaah Haji


Sabtu, 09 Mei 2026 / 18:55 WIB
Diperbarui Sabtu, 09 Mei 2026 / 18:57 WIB
Jalan Sempit dan Cuaca Panas Jadi Tantangan Pendorongan Jemaah Haji
ILUSTRASI. Kondisi jalan sempit di sekitar hotel jemaah jadi penghambat. Petugas punya cara khusus agar bus tetap terjangkau dan lalu lintas lancar. (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Proses pendorongan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung intensif seiring berakhirnya fase kedatangan gelombang I.

Di balik kelancaran perpindahan puluhan ribu jemaah menuju kota suci, terdapat sejumlah tantangan teknis yang harus dihadapi petugas di lapangan, mulai dari kondisi jalan sempit di sekitar hotel, suhu ekstrem, hingga persoalan kelebihan bagasi milik jemaah.

Koordinator Transportasi Sektor 1 Daerah Kerja Madinah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Aryo Dipokusumo mencatat, hingga saat ini pihaknya telah memberangkatkan lebih dari 50.000 jemaah menuju Makkah sejak 30 April 2026.

Ia menjelaskan, setiap hari tim transportasi melakukan pengecekan detail terhadap jadwal pendorongan. Pada masa puncak, proses keberangkatan bisa dilakukan hingga 13 kali dalam sehari secara bertahap sejak pagi hingga sore hari.

“Setiap hari kami cek jadwal secara detail, mulai jumlah kloter yang akan diberangkatkan hingga pembagian armada. Hari ini misalnya ada 13 pendorongan yang berlangsung sejak pagi hingga sore,” ujar Aryo saat ditemui di hotel wilayah Sektor I Madinah, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga: Konsumsi Jemaah Haji Capai 2,78 Juta Box, Menu Nusantara Hadir di Arab Saudi

Menurut Aryo, salah satu tantangan utama berasal dari kondisi geografis di sekitar hotel jemaah yang banyak berada di ruas jalan sempit. Situasi ini menuntut petugas mengatur posisi bus secara presisi agar tetap mudah dijangkau jemaah tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Selain itu, persoalan barang bawaan jemaah juga kerap menjadi kendala yang memperlambat proses keberangkatan menuju Makkah.

“Hambatannya seringkali Madinah itu jalannya sempit. Jadi ketika sebuah pendorongan itu tempatnya berdekatan, kita harus mengatur baik-baik untuk posisi bus, sehingga tidak terlalu jauh juga bagi jemaah untuk datang. Kemudian juga terkadang yang permasalahannya adalah barang bawaan jemaah,” katanya.

Untuk mengantisipasi keterlambatan, pihaknya mengimbau jemaah menyiapkan koper minimal delapan jam sebelum jadwal keberangkatan. Selanjutnya, empat jam sebelum bus berangkat, koper sudah harus mulai diturunkan dari kamar hotel agar proses pemuatan berjalan lancar.

Aryo menegaskan, petugas hanya bertanggung jawab terhadap koper bagasi resmi dan koper kabin. Sementara barang tambahan di luar ketentuan sangat disarankan dikirim melalui layanan kargo menuju Indonesia.

Menurutnya, sosialisasi mengenai pembatasan bagasi sebenarnya sudah terus dilakukan kepada para ketua kloter sejak dua hari sebelum keberangkatan.

“Kami terus mengingatkan bahwa selain koper bagasi dan koper kabin, sebaiknya dikirim lewat kargo agar tidak membebani proses perpindahan ke Makkah,” jelasnya.

Tantangan lain datang dari suhu Madinah yang kini mencapai 40 hingga 41 derajat celsius pada siang hari. Kondisi ini membuat tim transportasi harus bekerja ekstra cepat agar jemaah, terutama kelompok rentan, tidak terlalu lama berada di luar ruangan dan terhindar dari risiko dehidrasi.

Baca Juga: Kemenhaj RI Pastikan Layanan Haji 2026 di Madinah Berjalan Optimal

Aryo mengatakan, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti). Tim layanan lansia dan disabilitas disiagakan untuk memberikan pendampingan langsung saat proses naik ke bus.

“Kami berupaya mempercepat seluruh proses muat agar jemaah tidak terlalu lama terpapar panas. Untuk lansia dan jemaah berisiko tinggi, pendampingan dilakukan secara khusus,” ujarnya.

Dalam memastikan tidak ada jemaah maupun barang yang tertinggal, tim transportasi bekerja sama erat dengan bagian akomodasi. Petugas melakukan penyisiran menyeluruh di hotel sebelum keberangkatan. Jika ditemukan koper yang tertinggal, barang tersebut akan dikirim menyusul menggunakan truk khusus menuju Makkah.

Aryo menuturkan, tingginya intensitas pendorongan membuat seluruh petugas lintas fungsi harus melebur menjadi satu tim demi menjaga kelancaran layanan jemaah haji Indonesia.

“Sekarang kami sudah tidak melihat lagi batas tugas masing-masing. Semua bergerak bersama secara simultan. Siapa pun yang bisa membantu jemaah naik ke bus akan langsung turun tangan,” katanya.

Ia pun mengimbau jemaah untuk mempersiapkan barang bawaan sejak dini agar proses keberangkatan berlangsung tertib dan lancar.

“Banyak barang pribadi tertinggal hanya karena persiapan dilakukan terburu-buru. Kalau disiapkan lebih awal, insyaallah semua akan lebih lancar,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×