kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jaga stok beras, pemerintah bikin peraturan presiden


Kamis, 21 Oktober 2010 / 13:58 WIB
ILUSTRASI. Dirut BEI, Tito Sulistio


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah tengah menggodok aturan perberasan. Ketentuan ini untuk memastikan kecukupan stok beras nasional.

Saat ini, beleid tersebut masih diproses oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Badan Usaha Logistik (Bulog), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM).

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo bilang, kebutuhan aturan perberasan ini sangat penting sebab selama ini belum ada aturan yang mengatur ketersediaan pangan secara jelas. "Selama ini, Bulog memang sudah memiliki cadangan beras sekitar 1,5 juta ton hingga 2 juta ton, tapi itu tidak ada aturannya," kata Subagyo, kemarin (20/10).

Aturan ini juga akan berisi hal-hal lainnya. Contohnya seperti stabilisasi harga beras di pasar dan kebijakan pangan terkait fenomena perubahan iklim. Aturan yang akan berbentuk peraturan presiden ini juga akan mengintegrasikan industri perberasan sebab selama ini produksi beras nasional masih menggunakan sistem tradisional.

Pemerintah juga akan membuat pedoman ekspor-impor beras. Baik waktu dan kuota, akan dijelaskan dalam aturan tersebut. Peraturan presiden itu juga akan mengatur kebijakan pemerintah untuk melakukan intervensi pada perdagangan beras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×