kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Jadi sektor andalan, Menpar targetkan devisa dari pariwisata US$ 20 miliar di 2019


Kamis, 16 Agustus 2018 / 14:00 WIB
Jadi sektor andalan, Menpar targetkan devisa dari pariwisata US$ 20 miliar di 2019
ILUSTRASI. Menteri Pariwisata Arief Yahya


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan pada tahun depan, devisa yang didapatkan dari sektor pariwisata bisa lebih banyak lagi. Sebab, pariwisata diyakini menjadi salah satu sektor yang potensial untuk memperkuat cadangan devisa.

“Pariwisata adalah yang paling mudah dan murah untuk datangkan devisa,” ujar Arief di Gedung DPR RI, Kamis (16/8).

“Jadi tahun 2017 itu US$ 15 miliar, 2016 US$ 13,5 miliar. Tahun ini US$ 17 miliar. Dan 2019 diproyeksikan US$ 20 miliar. Ketika itu, diharapkan pariwisata jadi penghasil devisa terbesar,” lanjutnya.

Dengan demikian, pihaknya akan melakukan peningkatan dalam sektor ini. Pertama, peningkatan pemasaran. Kedua, pengembangan destinasi baru. Ketiga, pengembangan SDM.

“Kita salah satu industri pariwisata tertinggi di dunia tahun 2017. Namun, sampai Juni ini baru 14% dari target devisa. Jadi, baru dapat US$ 7,5 juta dari US$ 17 juta,” kata dia.

Agar industri pariwisata bisa mendatangkan devisa lebih banyak, pemerintah juga akan memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada UMKM di sektor pariwisata yang berlokasi di destinasi wisata.

Adapun ke 13 sektor yang diusulkan akan dibiayai oleh KUR antara lain agen perjalanan wisata, sanggar seni, penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention Exhibition), penyediaan akomodasi wisata, penyediaan makanan dan minuman dilokasi wisata, jasa informasi pariwisata, pengelolaan tempat wisata, jasa konsultan pariwisata, usaha jasa pramuwisata/pemandu wisata, wisata tirta/air, jasa transportasi pariwisata, industri kerajinan dan pusat penjualan oleh-oleh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×