kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jadi buffer stock, Bulog minta wewenang penuh


Selasa, 31 Juli 2012 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Layanan nasabah Bank Harda Internasional tbk (BBHI)


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Edy Can

JAKARTA. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) siap menjadi lembaga penyangga stok (buffer stock) bahan pangan asal diberi kewenangan penuh oleh pemerintah. Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso beralasan, sudah banyak pemain yang menguasai komoditas pangan strategis pada saat ini.

Menurutnya, pelaku usaha tersebut sudah membangun jaringan yang mantap di dalam dan luar negeri. "Apa kita tidak dijepit? Makanyanya Bulog harus diberi kewenangan," katanya, Selasa (31/7).

Bulog berharap bisa mendapatkan kewenangan menentukan harga bahan pangan. Jika tidak, harga bahan pangan akan ditentukan oleh pemain yang sudah ada.

Bulog juga meminta jaminan pemerintah bila menjadi lembaga penyangga bahan pangan. Sutarto berharap pemerintah menempatkan risiko Bulog sebagai risiko negara. "Sebagai penjaga gawang pasti ada risiko. Nantinya ada risiko yang bukan risiko penuh perusahaan melainkan risiko negara," katanya.

Selain beras, Bulog tengah bersiap menjadi penyangga komoditas pangan strategis seperti gula, minyak goreng, jagung dan kedelai. Untuk menjadi penyangga kedelai, Bulog akan membangun jaringan dengan kelompok tani dan dengan luar negeri.

Bulog juga tengah melakukan perbaikan internal. Antara lain dengan merekrut sumber daya manusia (SDM), melakukan pelatihan SDM berorientasi entrepreneurship dan mempersiapan infrastruktur berupa teknologi informasi (IT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×