kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jadi buffer stock, Bulog minta wewenang penuh


Selasa, 31 Juli 2012 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Layanan nasabah Bank Harda Internasional tbk (BBHI)


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Edy Can

JAKARTA. Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) siap menjadi lembaga penyangga stok (buffer stock) bahan pangan asal diberi kewenangan penuh oleh pemerintah. Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso beralasan, sudah banyak pemain yang menguasai komoditas pangan strategis pada saat ini.

Menurutnya, pelaku usaha tersebut sudah membangun jaringan yang mantap di dalam dan luar negeri. "Apa kita tidak dijepit? Makanyanya Bulog harus diberi kewenangan," katanya, Selasa (31/7).

Bulog berharap bisa mendapatkan kewenangan menentukan harga bahan pangan. Jika tidak, harga bahan pangan akan ditentukan oleh pemain yang sudah ada.

Bulog juga meminta jaminan pemerintah bila menjadi lembaga penyangga bahan pangan. Sutarto berharap pemerintah menempatkan risiko Bulog sebagai risiko negara. "Sebagai penjaga gawang pasti ada risiko. Nantinya ada risiko yang bukan risiko penuh perusahaan melainkan risiko negara," katanya.

Selain beras, Bulog tengah bersiap menjadi penyangga komoditas pangan strategis seperti gula, minyak goreng, jagung dan kedelai. Untuk menjadi penyangga kedelai, Bulog akan membangun jaringan dengan kelompok tani dan dengan luar negeri.

Bulog juga tengah melakukan perbaikan internal. Antara lain dengan merekrut sumber daya manusia (SDM), melakukan pelatihan SDM berorientasi entrepreneurship dan mempersiapan infrastruktur berupa teknologi informasi (IT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×