kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Isu kenaikan gaji presiden dan pejabat bisa picu inflasi


Jumat, 28 Januari 2011 / 14:28 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Penyesuaian gaji para pejabat negara yang kabarnya akan diterapkan tahun ini, bisa membebani laju inflasi. Pasalnya, hal tersebut akan menimbulkan ekspektasi peningkatan daya beli.

"Masyarakat kita masyarakat sensitif, jadi ada ekspektasi baru terhadap inflasi,” kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Jumat (28/1). Sayang, ia tak memaparkan seberapa besar wacana tersebut akan mendorong laju inflasi.

Maklum saja, meski baru sekadar wacana, menurut Rusman hal itu akan mendorong para pedagang untuk menaikan harga. “Sebenarnya ekspektasi seperti itu harus dihindari, karena kan di lapangan sebenarnya tidak terjadi apa-apa. Tapi ekspektasi inflasi bisa terwujud jadi inflasi sesungguhnya nanti karena orang merasa rela membayar lebih mahal karena ekspektasi kenaikan gaji itu. Alhasil, pedagang akhirnya menggambil kesempatan dalam kesempitan karena ekspektasi itu juga,” terangnya.

Menurutnya, untuk meredam ekspektasi tersebut, diperlukan suatu kepastian kebijakan yang akan diterapkan. Sehingga tak menjadi sekadar wacana yang realisasinya belum diketahui.

Seperti diketahui, pada tahun ini pemerintah berniat untuk melakukan penyesuaian gaji sekitar 8.000 pejabat negara termasuk Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×