kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.924   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.044   157,52   2,68%
  • KOMPAS100 803   27,79   3,58%
  • LQ45 606   18,82   3,21%
  • ISSI 207   6,38   3,17%
  • IDX30 344   10,01   2,99%
  • IDXHIDIV20 425   10,62   2,56%
  • IDX80 91   3,06   3,49%
  • IDXV30 114   3,78   3,43%
  • IDXQ30 111   2,85   2,64%

Istana Garuda IKN: Tinggalkan Bayang-bayang Kolonial di Tanah Air


Kamis, 08 Agustus 2024 / 20:53 WIB
Istana Garuda IKN: Tinggalkan Bayang-bayang Kolonial di Tanah Air
ILUSTRASI. Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) bertujuan untuk menghapus pengaruh kolonial di tanah air.. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) bertujuan untuk menghapus pengaruh kolonial di tanah air.

Pernyataan ini disampaikan Basuki saat menghadiri Pembukaan Pameran Bersama Arsip Kepresidenan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis (8/8).

Basuki menjelaskan bahwa sebagian besar istana yang ada di Indonesia saat ini merupakan warisan infrastruktur dari era kolonial Belanda. Dengan berdirinya Istana Garuda di IKN, diharapkan bahwa para tamu kenegaraan akan melihat bahwa istana tersebut bukan lagi merupakan peninggalan kolonial. 

“Istana Garuda dirancang untuk menjadi simbol kemandirian bangsa kita. Istana-istana yang ada saat ini adalah peninggalan kolonial. Dengan adanya Istana Garuda, tamu negara akan merasa bangga,” ujar Basuki pada Kamis (8/8).

Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Hadir Upacara HUT RI Ke-79 di IKN

Dia juga menambahkan bahwa proyek pengembangan IKN dirancang untuk mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Basuki mengungkapkan bahwa pemindahan ibu kota telah dilakukan beberapa kali sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia, seperti dari Jawa Timur ke Jawa Tengah, dan dari Kartosuro ke Plered.

Selain itu, dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), rencana pemindahan ibu kota juga sempat terdengar dari Bandung hingga Jonggol, Jawa Barat. Akhirnya, Jokowi memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Pemindahan ibu kota ini, seperti yang sering disampaikan oleh Presiden, bukan hanya sekadar memindahkan kota atau gedung. Ini merupakan sebuah transformasi dalam cara membangun, bekerja, dan budaya,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×