kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.878   20,00   0,11%
  • IDX 6.048   -68,51   -1,12%
  • KOMPAS100 792   -2,07   -0,26%
  • LQ45 598   -1,67   -0,28%
  • ISSI 211   -2,30   -1,08%
  • IDX30 338   -0,78   -0,23%
  • IDXHIDIV20 413   -2,42   -0,58%
  • IDX80 90   -0,25   -0,27%
  • IDXV30 111   -1,13   -1,01%
  • IDXQ30 108   -0,06   -0,06%

Inpres Jalan Daerah Sepanjang 1.151 Km Rampung, Serap Anggaran Rp5,41 Triliun


Selasa, 23 Juni 2026 / 13:36 WIB
Inpres Jalan Daerah Sepanjang 1.151 Km Rampung, Serap Anggaran Rp5,41 Triliun
ILUSTRASI. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan pemerintah telah menuntaskan pembangunan jalan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. 

Program tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan total anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp5,41 triliun.

Laporan tersebut disampaikan Dody di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian Inpres Jalan Daerah yang digelar pada Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Menyusuri Gurun Madinah di Atas Punggung Kuda, Aktivitas Favorit Jemaah Indonesia

“Capaian nasional Inpres Jalan Daerah tahun 2025 meliputi 1.151 kilometer pada kurang lebih 37 provinsi, dengan investasi APBN sebesar Rp5,41 triliun,” ujar Dody dalam konferensi pers dipantau secara daring melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026). 

Ia menjelaskan, pembangunan jalan daerah tersebut difokuskan untuk mendukung konektivitas kawasan produksi menuju pasar, menghubungkan jalan daerah dengan jalan nasional, serta meningkatkan akses menuju kawasan permukiman dan pusat pelayanan masyarakat.

Menurut Dody, seluruh pekerjaan konstruksi telah rampung 100% dan siap dimanfaatkan masyarakat. Proses pembangunan juga dilakukan dengan pengawasan mutu secara ketat agar hasilnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Seluruh pekerjaan tersebut kita kawal dengan ketat mutunya, dilaksanakan secara terencana, terukur, dan tepat. Saat ini telah 100% terselesaikan dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, pembangunan jalan melalui Inpres Nomor 11 Tahun 2025 merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem logistik nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan, energi, dan air sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dody menilai infrastruktur jalan tidak hanya meningkatkan konektivitas antardaerah, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi melalui distribusi barang dan jasa yang lebih efisien.

“Kehadiran infrastruktur jalan ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah,” ujarnya. 

Baca Juga: Kementerian PKP Matangkan Hibah Lahan Meikarta untuk Hunian MBR

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×