kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Inovasi cek bansos Banyuwangi dipuji Mendagri Tito Karnavian, bagaimana sih kerjanya?


Sabtu, 23 Mei 2020 / 01:00 WIB
Inovasi cek bansos Banyuwangi dipuji Mendagri Tito Karnavian, bagaimana sih kerjanya?

Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

Sistem cek bansos Banyuwangi ini sengaja dia bangun agar warga bisa melaporkan orang lain, karena tidak semua warga bisa dan mengunakan internet. "Jadi warga yanng melek internet bisa membantu," kata Azwar.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pelaporan bansos online yg hari ini sudah mulai disalurkan paket sembakonya. Ada dua fitur. Pertama, warga bisa melaporkan dirinya sendiri atau orang lain yang dinilai layak menerima namun belum mendapatkan bansos. Sengaja dibikin warga bisa melaporkan orang lain, karena tidak semua orang main internet, jadi yg melek internet bisa bantu. . Kedua, bisa mengecek apakah sebagai penerima atau tidak, dgn memasukkan NIK. . Mengapa dibikin pelaporan online? Saat ini sudah 269.000 keluarga Banyuwangi terjangkau berbagai program sosial, mulai PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Pangan Provinsi Jatim, dan jaring pengaman Pemkab #Banyuwangi. Tapi tentu sangat dimungkinkan ada warga terdampak yang belum menerima bantuan, mengingat dampak pandemi Covid-19 sangat dinamis dari hari ke hari. . Sehingga warga yang belum masuk skema itu bisa lapor. Bisa milih, lapor konvensional ke kantor desa/kelurahan/kecamatan, bisa juga lapor online. . Sejak dibuka pertengahan Mei, bit.ly/bansosbanyuwangi menerima 5.000 pelapor online. Verifikasi dilakukan berbasis NIK dan verifikasi lapangan. Untuk distribusi sembakonya tentu tidak satu per satu orang. Dibikin per tahap per kecamatan biar efektif. Misal ada warga melapor 7 hari lalu, waktu terima sembakonya bisa jadi sama dengan warga yang melapor 3 hari lalu, karena dalam satu tahap. . Hari ini sudah mulai disalurkan paket sembako tahap pertama untuk 418 warga pelapor online dari Kecamatan Genteng. Dan besok menyusul kecamatan-kecamatan lain yang telah selesai verifikasi. . Tetap semangat dan jaga kesehatan!

A post shared by Abdullah Azwar Anas (@azwaranas.a3) on

 

Kedua, di cek bansos Banyuwangi warga bisa mengecek apakah dirinya sebagai penerima atau tidak, denga memasukkan Nomor Induk Kependudukan.

Soal mengapa Banyuwangi membuat pelaporan bansos secara online? Azwar Anas menyebut saat ini sudah 269.000 keluarga Banyuwangi terjangkau berbagai program sosial, mulai Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Pangan Provinsi Jatim, dan jaring pengaman Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 

Tapi ia menyadari tentu sangat dimungkinkan masih ada warga Banyuwangi yang terdampak krisis akibat virus corona Covid-19 yang belum menerima bantuan, mengingat dampak pandemi Covid-19 sangat dinamis dari hari ke hari. Karena itulah pemerintah mapun warga bisa aktif di cek bansos Banyuwangi ini.

Warga yang belum masuk dalam skema penerima bantuan itu bisa melapor denga sistem cek bansos Banyuwangi. "Bisa milih, lapor konvensional ke kantor desa, kelurahan atau kecamatan, bisa juga lapor online," katanya.

Sejak dibuka pertengahan Mei 2020, cek bansos Banyuwangi sudah menerima 5.000 pelapor online. Verifikasi dilakukan berbasis NIK dan verifikasi lapangan. 

Untuk distribusi bansos sembako setelah masuk cek bansos Banyuwangi tentu tidak satu per satu orang tapi dibuat per tahap per kecamatan agar efektif. 

Misalnya ada warga melapor lewat cek bansos Banyuwangi 7 hari lalu, waktu terima sembakonya bisa jadi sama dengan warga yang melapor 3 hari lalu, karena dalam satu tahap.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×