kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Inilah teknologi pembatasan BBM hasil riset BPPT


Rabu, 02 Mei 2012 / 16:47 WIB
Inilah teknologi pembatasan BBM hasil riset BPPT
ILUSTRASI. Pengantin memperlihatkan buku dan kartu nikah yang dilengkapi barcode seusai akad di masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tawarkan teknologi pengendalian konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melalui kartu kendali berbasis smart card.

Kartu pintar mirip e-Toll ini dilengkapi chip atau memori yang berisi data kendaraan, seperti STNK dan jatah konsumsi BBM bersubsidi. Apabila terjadi transaksi pembelian BBM bersubsidi di SPBU, maka otomatis volume BBM bersubsidi yang menjadi jatah ikut berkurang.

"Jika jatah volume konsumsi BBM hanya 10 liter per hari, terus membeli 15 liter, maka kelebihan harus menggunakan BBM non subsidi ," kata Unggul Priyanto, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi, Energi, dan Mineral di Jakarta, Rabu (3/5).

Unggul mengatakan, apabila teknologi ini diterima pemerintah untuk diaplikasikan sebagai pengendali konsumsi BBM bersubsidi, nantinya akan memudahkan pemerintah melakukan pengawasan BBM bersubsidi di lapangan. "Dengan teknologi ini tidak ada lagi penipuan," jelasnya.

Kartu pengendali akan ditunjukkan kepada petugas SPBU saat ingin membeli BBM. Kartu itu kemudian ditaruh di card reader yang terpasang di SPBU untuk membaca data BBM bersubsidi untuk kendaraan yang bersangkutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×