kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Inilah kronologi teror bom di pesawat Batik Air


Jumat, 17 April 2015 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. serial I Don't Love Him di Viu


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sebuah pesan singkat yang diterima karyawati Batik Air, Jumat (17/4/2015) pukul 07.02 WIB, membuat geger. Pesan singkat itu berisi pemberitahuan bahwa ada bom di dalam pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan BTK-6171, yang terbang dari Ambon menuju Jakarta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Agus Rianto menjelaskan, pesawat berpenumpang 122 warga negara Indonesia dan enam kru itu terbang dari Ambon pada pukul 04.20 WIT.

Ketika sang karyawati itu mendapat ancaman bom, posisi pesawat berada 40 mil (64,37 km) sebelum Makassar.

"Petugas tower Bandara Pattimura langsung berkomunikasi dengan pilot, selain juga berkomunikasi dengan petugas tower Bandara Sultan Hasanuddin untuk bisa mendaratkan pesawat secara darurat di sana," ujar Agus kepada wartawan, Jumat siang.

Pesawat yang dikemudikan Kapten Luther Lithan tersebut, lanjut Agus, mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 07.20 Wita. Penumpang pesawat tersebut langsung dievakuasi ke dalam area bandara, sementara tim Gegana langsung menyisir seluruh pesawat.

"Pesawat langsung dipagari garis polisi, lalu tim Jihandak Brimob Polda Sulawesi Selatan disterilisasi. Barang bawaan penumpang juga tidak luput diperiksa," ujar Agus.

Hasilnya, petugas tidak menemukan bom. Pesawat kemudian disiapkan untuk terbang kembali ke kota tujuan. Penumpang yang sebelumnya sudah dievakuasi ke dalam bandara lalu kembali masuk ke pesawat.

Menurut Agus, pihaknya memeriksa karyawati Batik Air itu untuk menelusuri siapa yang mengirimkan pesan singkat tersebut.(Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×