kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Inilah kegundahan Perguruan Tinggi Swasta


Rabu, 02 Januari 2013 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Jangan Panik! Kenali 5 Penyebab BAB Berdarah


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kebijakan pemerintah menjalankan kebijakan penegerian Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mendapat reaksi keras dari kalangan PTS itu sendiri. Pasalnya, kebijakan ini justru pada akhirnya akan mematikan PTS lainnya.

"Aspek yang merupakan keprihatinan PTS berkaitan dengan penegerian PTS-PTS menjadi PTN. Ini terus terang merisaukan kami," kata Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta, Thomas Suyatno, di kantor Wakil Presiden, Rabu (2/1).

Suyatno bercerita, berdasarkan pengalaman yang terjadi, sejumlah PTS mengalami krisis penerimaan mahasiswa. Ini lantaran banyak calon mahasiswa yang memilih ke perguruan tinggi negeri (PTN). "Setiap PTS yang dinegerikan pada suatu provinsi, ada kecenderungan kuat mahasiswa tersedot ke PTN. Ini karena stigma PTN," katanya.

Suyatno memberikan contoh kasus yang terjadi di Universitas Tirtayasa di Provinsi Banten. "Pasti PTS di Banten tersedot mahasiswanya masuk ke Tirtayasa yang menjadi PTN," katanya.

Yang kini tengah menjadi polemik adalah perihal rencana penegerian kampus universitas Trisakti. Suyatno pun menyatakan rasa kekhawatirannya jika program ini benar terjadi di kampus swasta terbesar di Indonesia. "Jika Trisakati di negerikan, dampaknya sangat besar. Itu satu dari sisi mahasiswa," ujarnya.

Kecemasan ini pun disampaikan langsung kepada Wakil Presiden Boediono. Suyatno meminta dalam kebijakan penegerian PTS ini, pihak yayasan pendidikan diturut sertakan dalam kebijakan itu.

"Yayasan harus diajak serta. Sebab, kalau tidak hal itu akan menjadi fenomena di mana banyak dibuat konflik sedemikian rupa lalu universitas swasta menjadi negeri. Wapres menaruh perhatian besar dan akan membicarakan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×