Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
4. Hanya diterapkan sehari dalam sepekan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan ini hanya diterapkan satu hari dalam sepekan karena mempertimbangkan efektivitas kerja dan penerimaan negara.
Sebab, jika WFH diterapkan terlalu lama, dikhawatirkan pekerjaan tidak dapat berjalan dengan optimal.
Bahlil Mengklaim Tak Dilibatkan Airlangga dalam Pembahasan Diskon Tarif Listrik Artikel Kompas.id
"WFH biar bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik di WFH," ucap dia saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Jakarta, Sabtu.
Pada kesempatan lain, Purbaya mengungkapkan, hari yang dipilih untuk skema penerapan WFH mempertimbangkan dampak paling kecil terhadap produktivitas kerja.
“Kalau diliburkan kan yang dipilih yang berdampak paling kecil ke produktivitas, Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil,” kata Purbaya, Rabu (25/3/2026).
5. Hemat konsumsi BBM 20 persen
Saat pertama kali mengumumkan rencana penerapan WFH, Airlangga menjelaskan, kebijakan ini dikaji dengan mempertimbangkan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
"Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ungkap Airlangga dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Sementara itu, Purbaya mengungkapkan, kebijakan WFH satu hari dalam sepekan dapat menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen setiap harinya.
"Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung. Kalau kasar lah seharian, seperlimanya, 20 persen kira-kira," ujarnya ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Jakarta, Sabtu.
Kendati demikian, Purbaya menilai dampak kebijakan tersebut tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.
Tonton: WFH 1 Hari Seminggu 2026: Antisipasi Krisis Energi & Dampaknya ke Ekonomi Indonesia
Sebab, aktivitas ekonomi juga dapat meningkat seiring penerapan kebijakan ini.
Menurut Purbaya, meningkatnya aktivitas ekonomi berdampak positif bagi bisnis dan meningkatkan penerimaan pajak.
"Hemat saya mungkin enggak di sananya karena ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik," tuturnya.
"Tapi, kalau pajak saya juga naik, selaras dengan itu kan saya untung juga," tambah Purbaya.
(Isna Rifka Sri Rahayu, Sakina Rakhma Diah Setiawan)
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/28/085500126/masih-tunggu-persetujuan-presiden-ini-5-bocoran-aturan-wfh?page=1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













