kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Inilah 10 kecelakaan pesawat paling mematikan di Indonesia


Selasa, 12 Januari 2021 / 05:00 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

4. 19 Desember 1997

Pesawat SilkAir dengan nomor penerbangan 185 yang jatuh di Sungai Musi. Jenis pesawatnya Boeing 737-36N. Jumlah penumpang yang tewas 104 orang.

5. 5 September 2005:

Pesawat Mandala Airlines dengan nomor penerbangan 91 yang jatuh di Medan. Jenis pesawatnya Boeing 737-230. Jumlah penumpang yang tewas 149 orang.

Baca Juga: Menhub: Pemerintah akan maksimal mencari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air

6. 1 Januari 2007:

Pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan 574 yang jatuh di Selat Makassar. Jenis pesawatnya Boeing 737-4Q8. Jumlah penumpang yang tewas 102 orang.

7. 20 Mei 2009:

Pesawat TNI AU (A-1325) yang jatuh di dekat Madiun. Jenis pesawatnya Lockheed C-130H Hercules. Jumlah penumpang yang tewas 99 orang.

8. 30 Juni 2015:

Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan 8501 yang jatuh di Selat Karimata, Laut Jawa. Jenis pesawatnya Airbus A320-216. Jumlah penumpang yang tewas 162 orang.

Baca Juga: Mengenal kegunaan black box yang selalu dicari jika terjadi kecelakaan pesawat

9. 30 Juni 2015:

Pesawat TNI AU (C-130) yang jatuh di Medan. Jenis pesawatnya Lockheed C-130H Hercules. Jumlah penumpang yang tewas 143 orang.

10. 29 Oktober 2018:

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan 610 yang jatuh di Laut Jawa, dekat Karawang. Jenis pesawatnya Boeing Max 737. Jumlah penumpang yang tewas 189 orang.

Selanjutnya: Daftar 20 maskapai teraman di dunia pada 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×