kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Kementan: Rencana Impor 200.000 Sapi dari Brasil Belum Terealisasi, Ini Alasannya


Rabu, 27 Mei 2026 / 19:44 WIB
Kementan: Rencana Impor 200.000 Sapi dari Brasil Belum Terealisasi, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Rencana impor 200 ribu sapi bakalan dari Brasil belum terealisasi. (KONTAN/Cheppy A Muchlis)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) RI berencana melakukan importasi sapi bakalan dari Brasil dalam jumlah besar, yakni sekitar 100.000–200.000 ekor. Rencana tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas pasokan daging sapi di dalam negeri.

Meski demikian, hingga saat ini rencana impor tersebut belum terealisasi. Pemerintah masih melakukan berbagai kajian dan penyesuaian kebijakan agar proses importasi berjalan sesuai ketentuan, terutama terkait aspek kesehatan hewan dan perlindungan peternak lokal.

Rencana Impor Sapi Bakalan dari Brasil

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa pemerintah tetap berhati-hati dalam setiap keputusan impor hewan hidup.

"Pemerintah memastikan seluruh proses dilakukan secara hati-hati, terukur, dan tetap mengedepankan kepentingan nasional, termasuk perlindungan peternak dalam negeri serta aspek kesehatan hewan dan keamanan pangan," ujar Hendra Wibawa kepada Kontan, dikutip Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Ekonom Soroti Tingginya Permintaan Valas Jadi Beban BI Stabilkan Rupiah

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan impor tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan industri peternakan nasional.

Prinsip Keseimbangan Pasokan dan Perlindungan Peternak

Kementan menekankan bahwa impor sapi bakalan dilakukan secara selektif dan berbasis kebutuhan riil di dalam negeri. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan daging sapi dan perlindungan terhadap peternak lokal agar tidak terdampak secara negatif.

Selain itu, pemerintah tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara yang memenuhi standar teknis dan kesehatan hewan internasional.

Saat ini, Indonesia telah memiliki akses pemasukan sapi bakalan hidup dari beberapa negara, termasuk Australia, Meksiko, Brasil, dan Amerika Serikat. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pasokan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging sapi nasional.

Baca Juga: Realisasi FLPP Baru 54.961 Unit, Target 350.000 Rumah Terus Dikebut

Brasil Sudah Diakui Bebas PMK oleh WOAH

Dari sisi teknis, Brasil dinilai telah memenuhi persyaratan internasional dalam perdagangan ternak hidup. World Organisation for Animal Health telah mengakui Brasil sebagai negara bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tanpa vaksinasi berbasis zona.

Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang membuka peluang bagi Indonesia untuk mempertimbangkan impor sapi bakalan dari negara tersebut.

"Brasil sendiri telah memperoleh pengakuan dari WOAH sebagai negara bebas PMK tanpa vaksinasi berbasis zona sehingga secara teknis dimungkinkan untuk pemasukan sapi dalam ketentuan yang berlaku di Indonesia," tandas Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×