kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Ini yang dibahas Jokowi, Kapolri, dan JK


Senin, 29 Juni 2015 / 18:02 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kepala Polri Jenderal Pol Badrodin Haiti menjelaskan substansi pembicaraan dalam rapat mendadak yang digelar di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin (29/6), bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Badrodin, dirinya hanya menyampaikan situasi keamanan selama bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

"Saya melaporkan masalah yang terkait dengan masalah keamanan sekarang sampai jelang Lebaran," kata Badrodin saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin sore.

Rapat mendadak antara Jokowi, Kalla, dan Badrodin digelar sekitar pukul 15.50 WIB di sebuah gazebo yang terdapat di halaman Istana Negara. Ketiganya duduk saling berhadapan. Rapat itu berlangsung sekitar 20 menit. 

Badrodin mengungkapkan, situasi keamanan saat ini cukup kondusif. Presiden meminta Polri mempertahankan situasi aman ini supaya masyarakat tenang dalam beribadah dan saat mudik Lebaran nanti.

Adapun jumlah personel Polri yang akan disiagakan selama musim mudik Lebaran mencapai 255.000 personel. Jumlah tersebut akan dibagi untuk pengamanan di lokasi keramaian, seperti di pelabuhan, terminal, jalur arus mudik, tempat perbelanjaan, dan lokasi wisata.

"Kemudian jalan sudah kami survei, mana yang menimbulkan kerawanan kemacetan, termasuk kerawanan kriminal," ujarnya. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×