kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.832   30,00   0,18%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Ini sumber penyumbang kontraksi perekonomian Indonesia pada kuartal III 2020


Kamis, 05 November 2020 / 18:08 WIB
Ini sumber penyumbang kontraksi perekonomian Indonesia pada kuartal III 2020
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan terkait inflasi IHK Oktober 2020 di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (2/11). BPS: Sebagian besar wisatawan mancanegara masuk lewat jalur darat. Foto: Dok BPS.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49% yoy.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, bila dilihat berdasarkan lapangan usaha, perekonomian di kuartal III-2020 dipengaruhi oleh kontraksi dari beberapa sektor yang memberikan sumbangan terhadap kinerja perekonomian di periode tersebut.

“Sumber kontraksi terdalam dipicu industri pengolahan yang menyumbang 0,89%, kemudian diikuti oleh transportasi dan pergudangan 0,70%, dan perdagangan 0,66%,” ujar Suhariyanto, Kamis (5/11) via video conference.

Sektor industri pengolahan pada kuartal III-2020 mencatat kontraksi minus 4,31% yoy. Meski tumbuh negatif, pertumbuhannya membaik dari kuartal II-2020 yang sebesar minus 6,19% yoy.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia masuk resesi, ini yang dilakukan pemerintah pada kuartal IV 2020

Sektor transportasi dan pergudangan pada kuartal III-2020 tercatat tumbuh minus 16,70% yoy. Meski memang memberi sumbangan pada kontraksi ekonomi, tetapi pertumbuhannya lebih tinggi daripada pertumbuhan di kuartal II-2020 yang sebesar minus 30,80% yoy.

Sementara itu, sektor perdagangan pada kuartal III-2020 tercatat minus 5,03% yoy. Kontraksinya juga membaik dari kuartal II-2020 yang terpuruk hingga minus 7,57% yoy.

Selanjutnya: Terdorong sentimen domestik dan global, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan besok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×