kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ini sumber penyumbang kontraksi perekonomian Indonesia pada kuartal III 2020


Kamis, 05 November 2020 / 18:08 WIB
Ini sumber penyumbang kontraksi perekonomian Indonesia pada kuartal III 2020
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan terkait inflasi IHK Oktober 2020 di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (2/11). BPS: Sebagian besar wisatawan mancanegara masuk lewat jalur darat. Foto: Dok BPS.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49% yoy.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, bila dilihat berdasarkan lapangan usaha, perekonomian di kuartal III-2020 dipengaruhi oleh kontraksi dari beberapa sektor yang memberikan sumbangan terhadap kinerja perekonomian di periode tersebut.

“Sumber kontraksi terdalam dipicu industri pengolahan yang menyumbang 0,89%, kemudian diikuti oleh transportasi dan pergudangan 0,70%, dan perdagangan 0,66%,” ujar Suhariyanto, Kamis (5/11) via video conference.

Sektor industri pengolahan pada kuartal III-2020 mencatat kontraksi minus 4,31% yoy. Meski tumbuh negatif, pertumbuhannya membaik dari kuartal II-2020 yang sebesar minus 6,19% yoy.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia masuk resesi, ini yang dilakukan pemerintah pada kuartal IV 2020

Sektor transportasi dan pergudangan pada kuartal III-2020 tercatat tumbuh minus 16,70% yoy. Meski memang memberi sumbangan pada kontraksi ekonomi, tetapi pertumbuhannya lebih tinggi daripada pertumbuhan di kuartal II-2020 yang sebesar minus 30,80% yoy.

Sementara itu, sektor perdagangan pada kuartal III-2020 tercatat minus 5,03% yoy. Kontraksinya juga membaik dari kuartal II-2020 yang terpuruk hingga minus 7,57% yoy.

Selanjutnya: Terdorong sentimen domestik dan global, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan besok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×